BogorOne
Akurat dan Terpercaya

Akan Dibangun Park and Ride, Ribuan Pedagang Plaza Bogor Terancam Diusir

0 38

 

BogorOne.com | Kota Bogor – Pedagang meolak rencana Pemkot Bogor yang akan menjadikan Gedung Plaza Bogor sebagai Park and Ride. Penolakan itu muncul karena proyek tersebut mengancam akan mendepak pada pedagang yang sudah puluhan tahun berjualan dilokasi itu.

Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kota Bogor Erna Hernawati mengatakan, saat ini tahap pembangunan park and ride sedang pembuatan Detail Engineering Design (DED) dan diproyeksikan 2020 sudah dibangun.

“Pembangunan park and ride
belum berjalan. Namun landscape sudah selesai dan telah dikoordinasikan dengan dinas terkait,” kata Erna di Gedung DPRD, Rabu (12/09/18).

Menurutnya, seluruh pekerjaan sudah dikoordinasikan dengan semua stake holder sehingga masing-masing SKPD jelas tupoksinya.

“Ya, nanti Dishub berbuat apa, PUPR, Disperumkim dan PD PPJ serta Disperindag berbuat apa sudah dikoordinasikan,” jelasnya.

Menurut Erna konsep pembangunan park and ride di Plaza Bogor memiliki beberapa fungsi, selain fungsi ruang terbuka hijau (rth) juga sebagai lahan parkir.

“Nanti pengunjung Kebun Raya tidak perlu lagi di satu bidang di Jalan Otto Iskandardinata, karena nanti akan dibuat underpass yang didalamnya ada pedagang kaki lima (PKL) binaan UMKM dan ada juga galeri city,” urainya.

Disinggung soal pedagang di Plaza Bogor, menurut dia bahwa semua pedagang harus sudah pindah pada Desember 2018.

“Para pedagang akan direlokasi ke sejumlah pasar, nanti yang mengatur PD PPJ bisa ke Sukasari atau Pasar Jambu Dua. Yang (PKL) di Jalan Suryakencana banyaknya ke underpass,” ujarnya.

Namun, kabar rencana pembangunan park and ride ditolak kalangan pedagang yang selama ini menggantung hidupnya di Plaza Bogor.

Aji Sunaryo salah satu pedagang Plaza Bogor mengatakan, pada umumnya pedagang tidak menampikan penataan, tapi meninta agar tidak merubah fungsinya. Sehingga para pedagang tetap bisa mengais rejeki.

“Ya, isu pembangunan park and ride itu membuat kami was-was, karena ini menyangkut masalah hidup, bukan hanya saya tapi yang kerja juga, yang total jumlahnya mencapai ribuan orang,” kata Aji.

Seharusnya, kata Aji, pemerintah bijak jangan mudah membuat perencanaan sepihak tanpa memperdulikan nasib para pedagang.

“Maunya pedagang dari A sampai Z saya dengar lebih baik direhab, tanpa menghilangkan fungsinya, karena memang lahan juga penting,” tuturnya.

Aji juga mengaku, selama ini belum ada sosialisasi dari Pemkot Bogor terkait park and ride. Dan jika memang benar akan menghilangkan fungsi gedung sebagai tempat berjualan, pihaknya jelas menolak.

“Jika pedagang tidak masuk lagi ke sini (Plaza Bogor), saya kira taruhan masalah hidup setidaknya kami akan mengadukan seperti DPRD untuk menyampaikan nasib-nasib yang terjajah,” pungkas pedagang sepatu yang telah menghuni Plaza Bogor selama 25 tahun itu. (Fray)

Komentar
Loading...