BogorOne
Akurat dan Terpercaya

Anggaran Rp 10,2 Miliar Untuk Sekolah Ibu, Diprotes Wakil Rakyat

0 100

 

BogorOne.com | Kota Bogor – Melalui Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Pemkot Bogor berencana mengalokasikan anggaran sebesar Rp 10,2 miliar untuk sekolah ibu di 2019 mendatang.

Hal itu diprotes wakil rakyat Atty Somaddikarya yang juga Ketua Fraksi PDI Perjuangan di DPRD Kota Bogor.

Politisi partai besutan Megawati Soekarno Putri itu mempertanyakan kebijakan Pemkot Bogor yang menganggarkan Rp10,2 miliar pada Rencana Kerja Pembangunan Daerah (RKPD) untuk kegiatan Sekolah Ibu tersebut.

“Pada 2018 saja per kelurahan di jatah Rp60 juta, dan di 2019 meroket sampai Rp150 juta per kelurahan. Ini adalah kejahatan APBD,” ujar Atty kepada wartawan, Minggu (29/07/18).

Masih kata Atty, kejahatan APBD yang dimaksud lantaran penganggaran Sekolah Ibu berbanding terbalik dengan dinas-dinas vital yang bersentuhan langsung dengan masyarakat.

“SKPD seperti Dispora, Dinsos,¬†Dinas Pemberdayaan Masyarakat, Perempuan dan Perlindungan Anak, Disnaker, dan BPBD yang merupakan dinas tipe A hanya dapat anggaran di bawah Rp10 juta perbulannya,” tegasnya.

Atty melanjutkan, hal itu adalah ironi bagi masyarakat Kota Bogor. Sebab, dinas-dinas terkait mempunyai peran vital. Contohnya, BPBD yang merupakan lembaga untuk penanganan bencana seharusnya diberikan anggaran jauh lebih besar ketimbang kelurahan untuk program Sekolah Ibu. Begitupun, Dinsos, Dispora, Disnaker, dan lain sebagainya. Ini miris, dan bahaya bagi kepentingan masyarakat.

“Kebijakan tersebut dengan tidak langsung telah merampas hak masyarakat secara tidak langsung,”ujarnya.

Ia berpendapat, anggaran yang begitu besar tersebut lebih baik dialihkan untuk kegiatan sosial seperti RTLH dan BSM.

“Lebih baik membeli ambulance bagi 68 kelurahan. Masyarakat lebih membutuhkan itu,” paparnya.

Atty menegaskan, apabila pemkot ingin memberdayakan perempuan, seharusnya pemerintah memaksimalkan kinerja Dinsos ataupun Dinas Pemberdayaan Masyarakat, Perempuan dan Perlindungan Anak.

“Sudahlah masyarakat butuh sesuatu yang real dan berguna bagi semua warga,” tandas Sekretaris DPC PDI P Kota Bogor itu. (As)

Komentar
Loading...