BogorOne
Akurat dan Terpercaya

Bangun Kampung Tematik, Distan : Dorong Warga Budidayakan Ayam Arab

0 26

BogorOne.com | Kota Bogor – Untuk mengimbangi kebutuhan gizi dan protein masyarakat, Dinas Pertanian (Distan) Kota Bogor terus mengembangkan temuannya yakni membudidayakan ayam arab.

Bahkan dalam membudidayakan ayam arab tersebut, OPD yang menangani bidang pertanian itu berencana membangun kampung tematik ayam arab yang saat ini sudah berhasil digeliatkan beberapa kelompok ternak (poknak).

Kepala Bidang Peternakan Dinas Pertanian Dudi Fitri Susandi mengatakan, ide untuk terus mengembangkan ayam arab itu karena trend dari harga daging yang terus meningkat.

Dan untuk memenuhi gizi dan protein masyarakat makan harus ada varian misalnya ayam dan telur. Kata Dudi kandungan proteinnya telor ayam kampung arab lebih tinggi karena mengandung asam aminol 100 persen serta betakarotilnya lebih tinggi.

“Awalnya pada tahun 2017 kami pilih ayam kampung arab petelur, dan kami sosialisasikan dan beberapa masyarakat kami berikan bibit. Pas harga telur meningkat naik di saat ayam arab sedang musim, sehingga banyak warga yang termotivasi untuk membudidayakan,” kata Dudi kemarin.

Diakui Dudi, bagi masyarakat yang tertarik dan ingin membudidayakan tidak sulit, karena harga pulet (bibit-red) cukup terjangkau, untuk ayam siaga satu atau siap bertelor hanya Rp 90 – 100 ribu per ekor.

Ditanya soal sejarah ayam kampung arab, Dudi menuturkan bahwa Ayam Kampung Arab itu adalah ayam criel yang berasal dari Eropa, kemudian ada telurnya di Mekah dan suatu saat dibawa sama jamaah haji dan ditetaskan, sehingga diberi nama Ayam Arab.

Uniknya penampakan fisik ayam kampung arab berbeda dengan kampung ayam kampung lainnya, karena bagian muka hingga leher Ayam Arab berbulu warna putih kebawahnya baru berbulu warna lurik hitam dan jika dilihat sekilas seperti pake jilbab,” tuturnya.

Masih kata Dudi jika dikalkulasikan hitungan bisnis, budidaya Ayam Kampung Arab terbilang cukup menguntungkan, sepanjang masa produktif ayam arab bisa bertelur hingga 250 telor, jika dikalikan dengan harga Rp2000 perbutir maka sudah Rp500 ribu. Dan selesai masa produktif atau masuk usia apkir 1,5 tahun ayamnya bisa dijual dengan Rp50 ribu untuk bisa potong untuk dimakan.

Sementara Bagian Produksi Sumtiahnur mengatakan, faktor ayam arab yang terus bertelur karena daya seksual ayam kampung arab cukup tinggi sekitar per 15 menit timbul rasa seksual sehingga bertelor tiap hari dan tidak ada sifat mengeram kalau ayam kampung biasa selesai masa musim bertelor selama 21 hari tidak bisa bertelur tapi kalau ayam arab terus bertelur.

“Pakannya sehari hanya 1 ons untuk dua kali ngasih pakan pagi dan sore, bahkan kalau di harha eceran harga telor kisaran Rp2.500 – 3000,” jelasnya.

Dalam perawarannya ayam kampung arab lebih mudah karena daya tahan tubuhnya lebih kuat berbeda dengan ayam bronsis yang selama masa bertelur harus mengalami perlakuan ekstra dan asupan obat.

“Cuman minusnya, pertama lingkungan harus tenang jauh dari kebisingan, polusi suara, kedua harus jauh dari binatang lain seperti musang dan sinar matahari tidak berlebihan,” katanya.

Saat ini ada beberapa kelompok ternak binaan yang sudah membudidayakan ayam arab, seperti di Kelurahan Sukaresmi ada 50 ekor, Cipaku 24 ekor dan rencananya di Cikaret kelompok ternak Assyirah akan dibuat Kampung Ayam Arab Tematik karena itu sudah dilombakan dan juara ditingkat provinsi. (As)

Komentar
Loading...