BogorOne
Akurat dan Terpercaya

Bangun Marka Lajur Bus Rp 1 Miliar, Dinilai Buang-buang Anggaran

0 48

BogorOne.com | Kota Bogor  – Pembuatan marka lajur bus dengan tanda cat merah yang dikerjakan Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Bogor dengan menghabiskan anggaran hampir Rp 1 miliar, dinilai hanya buang-buang anggaran dan tidak ada manfaatnya.

Sekretaris Puslitbang Pelatihan dan Pengawasan Kebijakan Publik (P5KP) Kota Bogor Rudi Zaenudin mengatakan, setiap pembangunan itu harus jelas dasar kajiannya, supaya uang rakyat itu tidak tidak sia-sia.

Ia berpendapat, marka lajur bus itu hanya sebagai sarana penunjang untuk kelancaran operasionalnya Trans Pakuan yang di Kelola Perusahaan Daerah Jasa Transportasi (PDJT).

“Lah sekarang, PDJTnya saja tak jelas, ngapain dibuat marka lajur busnya. Kalaupaun mau bersekan dulu PDJT barus bikin sarana penunjangnya,” tegas Rudi, Rabu (05/09/18).

Dan menurutnya, terkait pembuatan marka jalan lajur bus itu terlalu dini, karena masih banyak yang harusnya jadi skala prioritas, misalnya pembuatan marka dilokasi-lokasi yang dilarang parkir, atau pembuatan zebra cross.

“Ya, terkait projek Dishub, masih banyak yang belum terselesaikan diantaranya marka jalan di Jalan Pengadilan yang dilalui Regina Pacis itu sarana sarana penunjang kelancaranya jalus Sistem Satu Arah (SSA), disitu jadi titik yang dilarang parkir, tapi markanta pake tali rapia,” ujarnya.

Kalau sekarang Dishub memasang marka lajur bus di sebelah kiri lanjut Rudi, ia menilai kajiannya ngaco karena lajur angkot juga di sebelah kiri.

“Apakah tidak akan semrawut tatanan lalin di Kota Bogor, menurut hemat saya itu akan  menambah angka kesemrawutan lalu lintas di Kota Bogor,” sindirnya.

Selain itu, Rudi menyatakan, pembuatan marka lajur bus itu hanya menghambur-hamburkan uang APBD saja karena manfaatnya sangat minim. Padahal masih banyak lagi yang harus jadi skala prioritas Pemkot Bogor misalnya penyelesaian RTLH dan bantuan sebagainya bagi rakyat miskin,” jelasnya.

Sebelumnya Anggota Komisi I DPRD Teguh Rihananto mengatakan, pembuatan marka jalan cat merah jalur bus yang menghabiskan anggaran hampir satu miliar rupiah dinilai tak masuk akal.

“Ya, jujur saya cukup kaget dengan anggaran pembuatan marka jalan lajur bus, karena setahu saya waktu membahas di komisi tiga APBD 2017, marka jalan itu untuk jalan di seluruh Kota Bogor bukan hanya untuk jalur bus karena kita tahu banyak jalur jalan yang belum mmliki marka jalan,” kata Teguh, Kamis (30/08/18).

Yang jelas tegas dia, kalau anggaran sebesar Rp 837.289.090,-. hanya untuk membuat marka lajur bus saja sangat di sayangkan karenaa zebra croos aja masih banyak yang blm ada. (As)

Komentar
Loading...