BogorOne
Akurat dan Terpercaya

Bejat!!! Selama Satu Tahun Guru Ngaji Cabuli 10 Santrinya

0 79

BogorOne | Kota Bogor – MN (39) pria yang diketahui sebagai guru ngaji di Kampung Cilubang Tonggoh, Kelurahan Situ Gede, Kecamatan Bogor Barat, terpaksa masuk jeruji besi tahanan Polresta Bogor Kota setelah diketahui telah mencabuli muridnya.

Hal itu dibenarkan Kasat Reskrim Polresta Bogor Kota Kompol Didik Purwanto. Menurutnya pelaku diserahkan warga pada Jum’at (24/03/18) sore.

Didik mengatakan, saat diperiksa pelaku mengaku telah melancarkan aksi bejatnya selama satu tahun, dan yang menjadi korban adalah 10 muridnya.

Masih kata dia, pelaku melakukan aksinya di didalam kamar mandi dan lantai dua Pos keamanan lingkungan (Poskamling) di Kampung Cilubang Tonggoh.

“Pelaku diserahkan oleh warga ke pihak kepolisian. Saat ini pelaku sudah kami tahan, beserta barang bukti berupa pakaian para korban,” kata Kompol Didik, Senin (26/03/18).

Didik melanjutkan, korban yang telah diketahui sebanyak 10 anak dengan usia delapan sampai 13 tahun dan merupakan murid pengajiannya.

“Dalam melancarkan aksi bejatnya, korban dicium kemaluan dan pipinya, kemudian dihisap payudara dan pelaku memasukkan jari ke alat kemaluan korban. Hal itu dilakukan dua hingga tujuh kali kepada para korban,” tambahnya.

Diakuinya, kini pihaknya terus mendalami kejadian ini, karena dikhawatirkan masih ada korban yang belum melapor. Ia meminta jika ada korban yang belum melapor, agar segera melakukan laporan ke Polresta Bogor Kota.

“Saat ini pengakuan pelaku baru 10 orang, dan korban telah dilakukan visum,” ujarnya.

Untuk mempertanggung jawabkan perbuatannta, pelaku dijerat Pasal 76D jo 81 ayat (1), (2),(3) dan(5) jo 76E jo 82 ayat (1) dan (4) UU No 17 tahun 2016 tentang perubahan kedua atas UU no.23 tahun 2012 tentang Perlindungan Anak dengan ancaman pidana penjara paling singkat lima tahun dan paling lama 15 tahun dan denda paling banyak Rp5 miliar.

Sementara Kanit Perlindunhan Perempuan dan Anak PPA Polresta Bogor Kota Iptu Frida Hidayanti menuturkan, para korban saat ini ditangani oleh Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) untuk proses pemulihan psikologisnya.

“KPAI sudah terjun ke lokasi kejadian untuk penanganan hal ini,” terangnya.

Komentar
Loading...