BogorOne
Akurat dan Terpercaya

Biaya Pembuangan Sampah ke TPS Nambo Diperkirakan Capai Rp 27 Milyar Pertahun

0 59

BogorOne | Kota Bogor – Soal sampah di Kota Bogor hingga saat ini masih menjadi permasalahan krusial yang belum bisa diselesaikan, tiap tahun volume sampah di kota hujan mengalami peningkatan sekitar 2 persen.

Di tahun 2018 sampah yang dihasilkan, antara sampah dari perumahan dan pasar tercatat 2.900 meter kubik atau setara 600 ton per hari.

Kedepan pembuangan sampah dari Kota Bogor direncanakan akan dibuang ke TPS Nambo, namun dari hitung-hitungan biaya akan lebih mahal dibanding ke TPS Galuga.

Kepala Bidang Persampahan Dinas Lingkungan Hidup Kota Bogor, M. Ade Nugraha mengatakan bahwa persoalan sampah harus diselesaikan dari hulunya.

Karena menurutnya, ketika beroperasinya Tempat Pengelolaan dan Pemrosesan Akhir Sampah (TPPAS) Nambo dari rencana tahun 2019 itu terbatas dengan kuota 400 sampai 500 ton per hari.

“Jadi penanganannya di hulu  gencar menggalakkan TPS 3R dan bank sampah termasuk menumbuhkan kesadaran warga membuang sampah pada tempatnya,” ujarnya.

Namun membuang sampah ke TPS Nambo ternyata biayanya lebih besar, karena cost-nya Rp125 ribu per ton, kalau dikali 600 ton perhari biayanya mencapai Rp75 juta, kalau dikali satahun sekitar Rp27 milyar.

Sementara, biaya operasioanal pembuangan sampah ke TPA Galuga, pertahun mencapai Rp11 milyar yang dibiayai APBD, itu untuk kebutuhan bahan bakar minyak (BBM).

“Anggaran itu di luar biaya kompensasi terhadap tiga desa yang berada di sekitar TPA Galuga,” tandasnya.

Diakuinya, meningkatnya jumlah penduduk mempengaruhi faktor kenaikan volume sampah.

Hal itu bukan tanpa alasan, namum meurutnya penghasil sampah tertinggi di Kota Bogor itu dari rumah tangga yang jumlahnya mencapai 60 persen.

Sedangkan sumber lainnya, sekitar 20 persen sumbernya dari sampah pasar, perkantoran, hotel restoran dan penyapuan para petugas jalan.

Dari jumlah tersebut kata Ade, sampah yang dibuang ke Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Galuga mencapai 2.100 meter kubik atau sekitar 47 persen.

Sedangkan sisanya dikelola oleh 26 Tempat Pengelolaan Sampah (TPS) reduce reduce dan recyle (3R) serta 20 bank sampah yang tersebar di beberapa wilayah Kota Bogor.

“Ada juga yang belum mampu tertangani, seperti sampah di bantaran sungai persentasenya sekitar 10 persen dari sejumlah kali yang ada di Kota Bogor. Memang kesadaran warga di sana untuk membuang sampah pada tempatnya masih rendah,” kata Ade.

Komentar
Loading...