BogorOne
Akurat dan Terpercaya

Bima Arya Tegaskan,Tolak Izin Diskotik Harga Mati.

0 81

BogorOne | Kota Bogor – Walikota Bogor Bima Arya Sugiarto menyatakan dengan tegas tidak akan menandatangani izin diskotik selama dirinya menjabat sebagai orang nomor satu di kota hujan ini.

Untuk jenis perizinan diskotik, ia juga mengingatkan jajaran di bawahnya agar tidak sembarangan memberikan izin usaha yang dinilai banyak mudharatnya.

“Intinya selama saya menjadi walikota tidak akan saya keluarkan izin untuk diskotik dan pub. Silahkan mereka mengajukan, saya tidak akan izinkan,” tegas Bima Arya di Balaikota Bogor, Jumat (02/02/18).

Ia menambahkan, jika Lipss dan X-One masih keukeuh untuk membuka operasionalnya, harus menghilangkan konsep diskotik dan mengubah menjadi cafe, resto atau karaoke keluarga.

“Saya minta dua diskotik itu untuk mengubah konsepnya. Kalau mau mengubah konsepnya, nasib karyawan selamat. X-one ada 60 karyawan dan Lipss ada 40 karyawan. Kalau mau mengubah jadi cafe, karoke sehat, silahkan. Kalau disko atau klub malam, ya ga boleh,” katanya.

Menurut dia, sejauh ini yang sudah mau mengubah konsep adalah X-one. Sementara Lipss belum. “X-one sudah ada itikad untuk merubah itu. Kalau Lipss, belum tahu. Kami akan segera layangkan surat penutupan. Kami akan segel kalau tidak ditutup juga,” tandasnya.

Saat ini, lanjut Bima, Pemkot Bogor sudah menyiapkan surat-surat keberatan berdirinya diskotik dari warga, ulama dan sejumlah elemen masyarakat lainnya.

“Ada surat-surat keberatan dari warga, ulama, MUI juga. Kami lampirkan juga surat keberatan dan keluhan warga itu. Pemerintah memiliki diskresi untuk tidak membolehkan diskotik beroperasi di Kota Bogor kalau dianggap tidak sesuai RJPMD dan mengganggu ketertiban umum, ya ini kan sudah mengganggu,” pungkasnya.

Sementara itu, salah seorang warga dengan akun @ovy_rizca berkomentar, “Lipss jadiin gedung serbaguna aja Pak Bima. Bisa buat sewa gedung nikahan dan lain-lain, kan lebih bagus. Saya tinggal di kampung belakang Lipss, agak risi gitu sama itu tempat,” tulis akun @ovy_rizca mengomentari unggahan @bimaaryasugiarto di instagram.

Sebelumnya, Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kota Bogor, KH Mustofa Abdullah Bin Nuh, mengapresiasi langkah Walikota Bogor Bima Arya Sugiarto dalam menutup permanen operasional diskotek bermasalah.

Menurut ulama yang akrab disapa Kiyai Toto ini, keberadaan diskotek sangat rawan penyimpangan moral sehingga dapat merusak generasi bangsa.

“Kami dari MUI sangat mendukung kebijakan penutupan diskotek. Rawan disalah gunakan, namanya juga tempat seperti itu,” ungkap Kiyai Toto.

Ia pun menjamin, para ulama khususnya MUI akan berada digaris terdepan bersama Walikota Bogor Bima Arya dalam memberantas kemaksiatan. “Maju terus, jangan gentar. MUI akan dukung,” tandasnya.

Kiyai Toto juga meminta Bima Arya untuk tidak memberikan izin pembukaan diskotek baru di wilayah kota hujan. “Masih banyak cara mencari PAD yang berkah. Terlebih Walikota ada komitmen tak akan beri izin diskotek baru,” terang dia.

Dari elemen mahasiswa, Ketua Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Cabang Kota Bogor Saepul Wahyudin Putra menyatakan sepakat dengan sikap Bima Arya dalam menutup diskotek yang selama ini dinilai banyak menimbulkan masalah, mulai dari merusak moral hingga mengakibatkan jatuhnya korban jiwa.

“Kami sepakat dengan menutup kedua diskotek itu. Keduanya selalu masuk ke dalam ranah-ranah yang negatif. Sampai terakhir ada kasus penembakan,” ujar Saepul.

Ia menambahkan, HMI siap mengawal kebijakan tersebut sebagai bentuk dukungan terhadap sikap tepat sang walikota.

Ia mengaku setuju dengan sikap Bima Arya dan pihaknya akan mengawal sampai tutup. Bima Arya dengan tegas menindak para pengusaha nakal yang berani membuka usaha tanpa izin.

“Saya berharap, tidak hanya tempat hiburan, tapi bangunan-bangunan lain yang tanpa izin juga harus ditindak,” jelasnya.*

Komentar
Loading...