BogorOne
Akurat dan Terpercaya

Bima-Dedie Sepakat Mantan Napi Dilarang Maju Pileg

0 58

 

BogorOne.com | Kota Bogor – Komisi Pemilihan Umum (KPU) mengatur pelarangan mantan narapidana korupsi maju di Pemilu Legislatif 2019. Larangan ini termaktub dalam peraturan KPU atau aturan internal parpol soal rekrutmen caleg.

KPU mengusulkan larangan ini masuk dalam Peraturan KPU Pasal 8 tentang pencalonan anggota DPRD provinsi dan kabupaten/kota. Namun usulan ini tak disetujui Komisi II DPR, yang tetap ingin eks napi kasus korupsi tak dilarang mencalonkan diri sebagai anggota legislatif.

Namun KPU mengaku bakal tetap membuat aturan larangan eks napi korupsi sebagai caleg. KPU siap menghadapi pihak yang nantinya menggugat aturan itu ke Mahkamah Agung.

Dukungan datang dari Bima Arya. Calon Walikota Bogor petahana yang dikenal sebagai sebagai mantan aktivis dan akademisi ini menyetujui terkait aturan KPU yang melarang mantan narapidana yang terjerat korupsi maju sebagai calon legislatif (caleg).

Namun menurutnya, catatan hukum menjadi track record yang tak terpisahkan bagi siapapun bahkan bagi seseorang yang hendak maju sebagai sebagai wakil rakyat.

“Kalo saya ya mendukung-mendukung saja, setuju saja. Karena catatan hukum itu rekam jejak yang jadi pertimbangan orang untuk memilih,” kata Bima Arya.

Selain itu, ia mengatakan segala jenis apapun sah saja dilakukan untuk mencegah tidakan korupsi termasuk adanya aturan dari KPU yang melarang eks napi korupsi untuk maju sebagai caleg.

Meskipun demikian, ia begitu pesimistis sejauh apapun pencegahan dan penindakan yang dilakukan namun masih tetap saja tidak memberi efek jera kepada oknum yang dengan sengaja melakukan korupsi dengan menggelapkan uang rakyat yang bukan haknya.

“Sekarang saya memandang kejahatan korupsi itu kejahatan luar biasa. Jadi apapun harus dilakukan mulai dari pencegahan sampai penindakan. Apapun itu, (baik dengan) memangkas hak politk, melarang maju, dan sebagainya,” ujarnya.

Lebih dari itu, Bima yang juga dikenal sebagai pengamat politik ini juga menegaskan bahwa seharusnya pemerintah memberikan sanksi yang tegas kepada pelaku korupsi, untuk itu ia mendukung dari segala bentuk dan langkah pemerintah dalam mencegah tindak korupsi yang merajalela.

“Karena menurut saya selama ini efek jeranya kurang. Bahkan hukuman mati sekalipun orang nggak takut. Jadi menurut saya apapun harus dilakukan,” pungkas Bima.

Sementara, Calon Wakil Walikota Bogor pendamping Bima Arya, Dedie Rachim, mengaku sangat mendukung langkah KPU. “Korupsi harus diperangi. Ini komitmen bersama yang membutuhkan semangat yang sama,” ungkap Mantan Deputi di Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) ini.

Dedie dikenal sebagai tokoh nasional yang anti terhadap praktik korupsi. Sepak terjangnya menata birokrasi melalui KPK juga diakui di tingkat nasional. Niatnya maju di Pilkada Kota Bogor bersama Bima Arya adalah untuk menata roda birokrasi yang bersih dan melayani.*

Komentar
Loading...