BogorOne
Akurat dan Terpercaya

Bima-Dedie Targetkan Semua Produk Mengudara ke E-Commerce

0 62

 

BogorOne | Kota Bogor – Setelah studi banding ke Banyuwangi, Calon Walikota dan Wakil Walikota Bogor, Bima Arya-Dedie Rachim langsung berkunjung ke pameran kerajinan berskala global, International Handicraft Trade Fair (Inacraft) 2018 di Jakarta Convention Center, Jumat (27/04/18).

Didampingi istri, Yane Ardian dan Yantie Rachim, keduanya langsung menyapa sejumlah pengrajin Kota Bogor.

Dalam event ini,Kota Bogor mengirimkan sejumlah pengrajin dan hasil karyanya. Sejumlah produk yang ditampilkan pun beragam, mulai dari aksesoris fashion, batik khas Bogor, sepatu, tas, pisau, keramik serta bersaingan dengan ribuan produk kerajinan lainnya dari seluruh Indonesia.

Di booth Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Kota Bogor, Bima-Dedie beserta istri disambut hangat oleh para pengrajin. Momen itu dimanfaatkan untuk berdialog.

“Bagaimana Bu hari ketiga pameran di Inacraft ini? Ada kendala atau tidak,” ucap Bima, membuka obrolan.

Koordinator Pengrajin Dekranasda Kota Bogor, Yudiwati, menjawab bahwa selama tiga hari pameran, booth Kota Bogor termasuk salah satu yang paling banyak dikunjungi oleh pengunjung lantaran di desain lebih ‘cantik’.

“Alhamdulillah penjualan cukup baik. Yang luar biasa masyarakat luar melihat stand ini sangat mengapresiasi. Selain tampilan dan kerajinan yang dipamerkan, kami juga menekankan untuk menonjolkan bahwa Bogor ramah,” ungkap Yudiwati.

Ia menambahkan, Dekranasda Kota Bogor sendiri membawa 8 pengrajin ke Inacarft. Sejumlah pengrajin lainnya juga di bawa oleh Dinas Perindustrian dan Perdangan Kota Bogor di booth berbeda.

“Ada batik bogor, anyaman kertas, lukisan kaca, gelang, kalung, anting, tas kulit, dompet dan pisau. Ini semua produk asli Kota Bogor. Kami jual mulai dari Rp 10 ribu sampai di atas 2 juta rupiah,” jelasnya.

Salah satu produk yang menarik perhatian pengunjung adalah Batik Bogor karena menonjolkan kearifan lokal melalui desain-desain seperti motif teratai, kujang, angkutan, dan lain sebagainya.

“Senang sekali kami didatangi oleh Kang Bima, Kang Dedie, Bu Yane, Bu Yantie karena mereka kami anggap seperti orangtua kami, padahal beliau sedang cuti. Kami cukup bahagia, bagaikan anak dikunjungi orangtuanya. Penyemangat buat kita untuk terus berkarya,” bebernya.

Evi Novalina, salah satu pengrajin pisau dari AFW Knife asal Bojongkerta, Bogor Selatan, Kota Bogor, berharap Pemerintah Kota Bogor bisa mewadahi para pengrajin untuk terus bisa mempromosikan kerajinan hasil pengrajin Kota Bogor ke public nasional maupun internasional melalui event-event seperti Inacraft ini.

“Alhamdulillah pisau dari Kota Bogor sudah diekspor ke Korea, Inggris, Rusia dan negara lainnya. Semoga para pengrajin terus diberikan wadah agar pemasarannya ikut terbantu,” ujar owner AFW Knife itu.

Dalam kesempatan itu, Bima-Dedie beserta istri juga tampak membeli sejumlah produk yang dijajakan pengrajin Bogor. Bahkan, Dedie Rachim tammpak memesan pisau khusus untuk koleksi.

Di tempat yang sama, Bima Arya menyatakan ingin pelaku usaha kerajinan tangan (handicraft) memanfaatkan pemasaran secara online (e-commerce) sehingga bisa mendongkrak penjualan. Untuk itu, produk handicraft perlu standar kualitas yang baik, termasuk soal pengemasan atau packaging .

“Pengrajin harus bisa mengejar perubahan dan beradaptasi dengan zaman. Saya berharap UMKM di Kota Bogor bisa terus membaca peluang dan bukan hanya bisa bertahan, tetapi harus menjadi pemenang untuk menyumbangkan perekonomian dan kesejahteraan warga di Kota Bogor,” ungkap Bima.

Kedepan, ia akan mefasilitasi peluang bagi UMKM di Kota Bogor bisa diakomodir oleh sejumlah perusahaan e-Commerce.

“Teknologi sudah berubah, kita sekarang mengenal e-commerce, produk kerajinan tangan juga harus berubah mengikuti zaman. Industri kerajinan harus inovatif sehingga hasilnya mudah dijual,” pungkasnya.*

Komentar
Loading...