BogorOne
Akurat dan Terpercaya

BPBD Telah Atasi Korban Bencana Susuai Prosedur

0 65

BogorOne || Cibinong – Pasca bencana alam yang menghancurkan ratusan rumah warga diwilayah Kabupaten Bogor, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) menyalurkan bantuan sesuai tugas pokok dan foksi (Tufoksi) kepada para korban.

Dalam mengatasi korban bencana, petugas BPBD, Pemerintah Kecamatan, Pemerintah Desa (Pemdes) dan warga setempat, langsung bertindak dengan mendata para korban yang terkenak dampak gempa bumi tangal 23 januari 2018.

Dengan melakukan kaji cepat oleh  tim reaksi cepat (TRC) BPBD Kabupaten Bogor sesuai prosedur.

Dari data yang diperoleh bencana alam tersebut, ada14 Kecamatan se-Kabupaten Bogor antara lain, Kecamatan Megamendung, Caringin, Sukaraja, Ciawi, Cijeruk, Nanggung, Sukajaya, Cigombong, Cibung Bulang, Jasinga, Rumpin, Pamijahan dan Sukamakmur.

Kepala BPBD Kabupaten Bogor, Koes Parmanto yang didampingi oleh Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik Sumardi mengatakan
hasil sementara kaji cepat TRC terdata, yang mengalami rusak berat sebanyak 33 rumah, rusak sedang 91 rumah, rusak ringan 438 rumah, terancam 43 rumah,”

“Untuk kerusakan pasilitas umum yakni mesjid 6 bangunan, Sekolah 1,warung 1, penitipan 1, puskesmas 1, dan MCK 1,” kata Parmanto, Jumat (26/01/18).

Ia menjelaskan, bahwa tugas yang dilaksanakan ini, sudah sesuai peraturan daerah (Perda) No 12  tahun 2016 tentang pembentukan Badan Penanggulangan bencana telah sesuai tufoksi.

“Sampai hari ini, kami tetap melaksanakan kaji cepat terhadap dampak bencana itu, karena masih terdapat para Kepala desa melaporkan kejadian bencana akibat gempa tersebut,” jelasnya.

Sementara Sumardi mengatakan, dalam mengatasi bencana tersebut ia mengaku, sepenuhnya melaksanakan amanah sesuai Perda No 12.

Dan ia berpendapat, apabila terdapat warga dan instansi pemerintah yang menyatakan bahwa BPBD lambat dalam melakukan penangganan bencana, hal itu sama sekali tidak benar.

Mardi menambahkan, bahwa kejadian bencana tersebut, sebanyak 25 Desa dari 41 titik lokasi yang tersebar di 14 Kecamatan se-Kabupaten Bogor, sudah melakukan kaji cepat.

“Kami melaksanakan tugas sesuai prosedur dan SOP yang berlaku, agar pada saat kami mengeluarkan surat pernyataan bencana tidak akan salah saji (Laporan-red) data yang kami keluarkan didasarkan sesuai fakta dilapangan,” kata Mardi.

Disamping itu lanjut dia, dalam kaji cepat tim TRC juga menyalurkan kebutuhan dasar para korban bencana antara lain beras, mie instan, minyak goreng, terpal, handuk, tikar, famili kit, paket rumah tangga dan alat dapur.

Salah satu contoh hasil kaji cepat tambahnya, di Kecamatan Nanggung yang memiliki 11 Desa yang terdampak bencana yakni, Desa Malasari, Parakan Muncang, Bantar Karet, Sukaluyu, Cisarua, Curug Bitung dan Desa Pangkal Jaya.

“Dari hasil kaji cepat kami di Desa Malasari, tepatnya kondisi di Kampung Talahap dengan delapan lokasi yang berdampak bencana dengan rincian rusak ringan sebanyak 39 rumah, rusak sedang 12 rumah, rusak berat 14 rumah, terancam 43 rumah dengan total 108 rumah,” terangnya.

Kaji cepat, tambah dia, mereka (BPBD-red) sebelum mengeluarkan surat pernyataan bencana akan melakukan koordinasi lintas OPD, kecamatan  dan Desa.

“Hal itu dilakukan bahwa kondisi dilapangan, warga yang berdampak terhadap bencana  gempa berada dikawasan perkebunan teh, dan sudah kami memberikan bantuan sesuai tufoksi yang diberikan oleh Pemkab Bogor,” pungkasnya.

Komentar
Loading...