BogorOne
Akurat dan Terpercaya

BPTJ Targetkan, 2019 Revitalisasi Terminal Barangsiang Dimulai

0 41

BogorOne.com | Kota Bogor – Setelah diserahkan ke Pemeritah Pusat, Badan Pengelolaan Transportasi Jabodetabek (BPTJ) menargetkan revitalisasi kawasan Terminal Baranangsiang dimulai pada 2019 mendatang.

Kepala BPTJ Bambang Trihantoro mengatakan terget revitalisasi terminal tipe A pada 2019 itu sesuai dengan Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 55 Tahun 2018 tentang Rencana Induk Transportasi Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang, dan Bekasi (RIT Jabodetabek) tahun 2018-2029.

“Dalam RIT Jabodetabek, 2019 sudah harus mulai groundbreaking. Kita mengejar target itu, karena sudah ada perintah presiden melalui Perpres. Jadi, targetnya tentu tidak terlalu lama. Kami juga punya time line yang harus ditepati,” ungkap Bambang belum lama ini.

Dalam Perpres tersebut, RIT Jabodetabek merupakan pedoman bagi Pemerintah Pusat dan Pemerintah Daerah dalam perencanaan pembangunan, pengembangan, dan pengelolaan, serta pengawasan dan evaluasi transportasi di wilayah perkotaan Jabodetabek.

Disebutkan pula, pelaksanaan RIT Jabodetabek itu terdiri atas tahap I tahun 2018-2019; tahap II tahun 2020-2024; dan tahap III tahun 2025-2029. Dalam rangka pelaksanaan RIT Jabodetabek, Pemerintah Pusat dan Pemerintah Daerah harus mendukung proses kemudahan perizinan sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan.

Saat ini, kata Bambang, pihaknya masih melakukan kajian sosial karena banyak masyarakat yang bergantung hidupnya di Terminal Baranangsiang.

“Kita harus memikirkan aspek sosial, kita membangun infrastruktur tidak semata asal bangun. Kalau soal infrastruktur gampang, ada duit tinggal bangun. Tapi kita harus memikirkan aspek sosialnya. Kita ketahui, Baranangsiang ini bukan terminal baru, tapi terminal lama. Banyak masyarakat yang dihidupi oleh terminal ini. Karena itu kita harus melakukan kajian-kajian sosial,” jelasnya.

Bambang menambahkan, Terminal Baranangsiang ini merupakan gerbang Kota Bogor sehingga harus segera dilakukan revitalisasi agar rapi dan nyaman.

“Kalau wajahnya bersih, berarti kotanya juga bersih. Kehadiran BPTJ di sini ingin mewujudkan kebersamaan atau sinergitas. BPTJ hadir sebagai mitra baru, kita sama-sama dengan walikota, dengan KPTB membangun terminal. Bukan artinya mentang-mentang terminal tipe A menjadi kewenangan pusat seolah-seolah pusat sendiri mampu bangun itu sendiri. Tidak seperti itu, kita harus bareng-bareng sinergi, jelasnya

Sementara Walikota Bogor Bima Arya mengaku, rencana revitalisasi Terminal Barangsiang ini prosesnya masih lama karena saat ini masih dalam pembahasan bersama kejaksaan agung terkait dengan status lahannya.

“Ini masih di koordinasikan bagaimana bentuk pengelolaannya terkait dengan Undang – Undang Otonomi, apakah hanya pengelolaannya saja. Tetapi, kelihatannya serah terima itu hanya pengelolaannya saja. Jadi asetnya masih jelas di pemerintah daerah,” ujar Bima

Diakuinya, sekarang agak mundur Terminal Barangsiang ini. Kembali lagi ke fase itu karena ada saran dari kejaksaan agung untuk mengkaji kembali status aset itu.

Persoalan lainnya kata Politisi PAN itu, pihak PGI sendiri masih belum melangkah, jadi ini keliatannya masih panjang.

“Nah, selama pembicaraan yang panjang ini terminal ini harus kita perbaiki sedikit demi sedikit. Terminal ini sudah dibawah BPTJ, nanti kami berkoordinasi dengan BPTJ bagaimana terkait hal ini, selama masa yang agak lama kelihatannya masih panjang, sebelum dibangun itu, paling tidak kita bersihkan dan rapihkan,” tandasnya. (Fray).

Komentar
Loading...