BogorOne
Akurat dan Terpercaya

Budayawan : Bima Arya Negarawan Muda Milik Bogor

0 23

 

BogorOne | Kota Bogor – Seniman dan Budayawan Kota Bogor mengapresiasi sikap kenegarawanan Bima Arya Sugiarto. Hal tersebut dilontarkan Ketua Baraya Kujang Pajajaran, TB Lufti Suyudi, lantaran Bima Arya secara legowo dan sukarela memilih untuk tidak menggelar kampanye akbar sesuai yang dijadwalkan KPU, demi terselenggaranya Kirab Pusaka dan Pencaksilat.

Sekedar informasi, Minggu, 6 Mei 2018 merupakan jadwal kampanye akbar dari KPU Kota Bogor untuk pasangan Bima Arya – Dedie Rachim.

Di tanggal bersamaan akan digelar pula Kirab Pusaka dan Pencak Silat yang akan dihadiri budayawan dan seniman se- Jabodetabek serta Jawa Barat.

“Tadinya kami dijadwalkan kampanye akbar itu tanggal 6 Mei 2018. Tetapi bertepatan dengan hajatnya teman-teman budayawan ini, saya pikir itu tidak mungkin dua acara besar berjalan bersamaan. Sehingga kami menghormati teman-teman budayawan dan seniman dan memilih untuk tidak melaksanakan kampanye akbar,” ungkap Bima Arya saat mengunjungi Yayasan Palataran Pakujajar Sipatahunan, Bogor Timur, Kota Bogor, Rabu (02/05/18).

Bima menambahkan, akan mendukung sepenuhnya Kirab Pusaka dan Pencak Silat demi terwujudnya kondusifitas Kota Bogor.

“Kami mendukung sepenuhnya, pertama demi budaya bogor, yang kedua demi ketertiban di Kota Bogor. Kami juga memutuskan untuk tidak mengganti hari kampanye akbar karena ada penolakan dari pasangan calon lain. Tadinya kami usulkan agak mundur. Ya sudah tidak apa, yang penting kita jaga kebersamaan dan ketertiban Kota Bogor,” jelasnya.

Sementara itu, Ketua Pelaksana Kirab Pusaka yang juga praktisi kebudayaan Sunda dari Baraya Kujang Pajajaran, TB Lufti Suyudi, mengapresiasi sikap kenegarawanan Bima Arya yang mengutamakan kepentingan masyarakat di atas kepentingan golongan.

“Ini sikap yang cukup positif dari Kang Bima. Beliau mengalah dan memutuskan untuk tidak menggelar kampanye akbar dan memberikan tanggal 6 Mei untuk Kirab Budaya. Beliau melihat faktor keamanan, keterbatasan pihak keamanannya juga. Apalagi Kang Bima yang kami kenal juga bener-benar support di seni dan budaya,” ujar Lufti kepada wartawan.

Selain itu, Lufti dan budayawan lainnya juga mengapresiasi dengan komitmen Bima Arya yang akan mendirikan gedung kesenian dan kebudayaan yang representative.

“Tadi sempat ada obrolan soal bekas gedung DPRD akan dibangun gedung kompleks kesenian yang bersatu dengan Gedung Kemuning Gading. Di dalamnya juga akan dibangun museum pusaka. Ini tentunya kabar baik bagi seniman dan budayawan,” bebernya.

Dalam kesempatan yang sama Ketua Umum Yayasan Palataran Pakujajar Sipatahunan, Wirabrata Arifin, menyerahkan Plakat Kujang kepada Bima Arya sebagai simbol dan ungkapan terimakasihnya karena telah mendukung perkembangan kesenian dan kebudayaan di Kota Bogor.

Terakhir, dalam momen Hari Pendidikan Nasional itu juga, Bima menyatakan dunia pendidikan harus juga membekali siswa siswi atau generasi muda dengan kebijksanaan lokal.

“Itulah identitas kita. Jangan sampai disiapkan menjadi generasi milenial, tetapi lupa kacang pada kulitnya. Jadi pada momentum Hardiknas ini, saya mengajak kepada pendidik untuk tidak melupakan pondasi dasar kita, dari mana asal kita, dan dari mana budaya kita. Saya berharap seni sunda, tradisi budaya Bogor, bisa terus berkembang dan tidak dilupakan oleh generasi milenial ini,” pungkasnya.*

Komentar
Loading...