BogorOne
Akurat dan Terpercaya

Deteksi Dini, PDAM Bentuk Timsus Pelacak Kebocoran

0 27

 

BogorOne.com | Kota Bogor – Untuk menekan angka kehilangan air karena angka kebocoran yang masih tinggi, PDAM Tirta Pakuan Kota Bogor membentuk tim khusus atau dengan sebutan tim pelacak kebocoran.

Targetnya pembentukan Timsus itu, bisa mampu mendeteksi dini titik-titik kebocoran dapat menekan tingkat kebocoran air hingga dibawah 25 persen.

Direktur Teknik PDAM Tirta Pakuan Kota Bogor, Syaban Maulana mengatakan, tim ini dibawah struktur asisten Manajer Non Renevue Water (NRW) yang terbagi empat supervisor atau kordinator bertugas secara bertahap.

“Pertama adalah supervisor water balance yang akan menghitung kehilangan air. Selanjutnya kedua, distrik meter areal (DMA) untuk mengidentifikasi wilayah tingkat kebocoran tinggi dengan membuat cluster guna mempersempit permasalahan kebocoran,” kata Syaban didampingi Manajer NRW dan Tranmisi dan Distribusi, Danny Rakhmawan kemarin.

Kemudian ketiga adalah supervisor Active Leakage Control (ALC) atau pelacakan kebocoran aktif yang bertugas untuk mencari kebocoran air yang tidak terlihat dipermukaan tanah. Dan terakhir atau keempat adalah supervisor perbaikan kebocoran air.

Masih kata Ade, pembentukan tim ini merupakan startegi yang ditetapkan oleh perusahaan, dan antara supervisor pun harus saling berkaitan dengan supervisor lain dalam penanganan kebocoran air ini.

Tetapi selain itu, pihaknua juga memberlakukan jalur manualnya untuk alternatif kemungkinan jika water balance dan DMA misalnya masih menlakukan analisa belum keluar hasil maka supervisor yang lain tetap harus mencari sehingga tidak menunggu order tapi inisiatif.

“Keempat supervisor ini secara rangkaian harus tetap berjalan,” tegasnya.

Menurit data, bahwa tingkat kebocoran air di PDAM Tirta Pakuan saat ini berada di angka 30 persen mengalami kenaikan dari sebelumnya sempat ditekan hingga 28 persen pada tahun lalu.

Dan kebocoran air ini disebabkan beberapa faktor, salah satunya dipengaruhi pipa distribusi yang sudah lama.

“Faktor lainnya, yaitu meter banyak yang macet, selanjutnya tidak tertutup kemungkinan banyak kebocoran yang tidak tampak di permukaan, dan kemungkinan ada ilegal konsumsi tapi untuk ini peluangnya kecil,” paparnya.

Ade mengakui tingkat kebocoran air ini masih tinggi dimana seharusnya dibawah angka 25 persen. Untuk itulah, melalui tim ini pihaknya akan berupaya menurunkan tingkat kebocoran air.

“Tim pelacak kebocoran kita dukung dengan alat pendeteksi ultrasonic dan ground microphone,” tandasnya. (Iky)

Komentar
Loading...