BogorOne
Akurat dan Terpercaya

Diajukan GP Ansor, Zaenul Desak Pemkot Wujudkan Jalan Mama Falak

0 84

BogorOne | Kota Bogor – Ribuan masyarakat dari berbagai daerah di Indonesia memadati sepanjang jalan menuju Komplek Pesantren Al Falak, Pagentongan, Kelurahan Loji, Kecamatan Bogor Barat, untuk mengikuti acara haul ke 46 KH Tubagus Muhammad Falak.

Sejumlah acara mewarnai kegiatan haul, diantaranya, acara khataman Qur’an yang dimulai sejak 23 Februari 2018 sampai dengan acara puncak haul pada 3 Maret 2018.

Khataman Qur’an itu mencapai 100 kali khataman oleh keluarga besar Bani Falak, para santri dan alumni Pesantren Alfalak dan 6 pesantren sekitarnya di Pagentongan yakni, Pesantren Alfalakiyah, Pesantren Al-Um, Pesantren Raudhotuttolibin, Pesantren Madrosatul Quran serta para tokoh pesantren dan majelis talim serta para santri dan jemaah dari berbagai daerah di Indonesia.

Kebesaran nama KH Tubagus Muhammad Falak atau yang sangat dikenal dengan Kyai Mama Falak, memang sangat luar biasa, sehingga ribuan jemaah dari berbagai daerah selalu hadir dan memadati lokasi acara haul.

Pada puncak acara haul, dihadiri juga oleh unsur Forkominda Kota Bogor diantaranya, Dandim 0606 Kota Bogor, Kapolres Bogor Kota, Para tokoh ormas Islam dan para tokoh Kota Bogor yakni, Zaenul Mutaqin (ZM), Ketua Umum MUI Kota Bogor, Dadang Danubrata, Nungki Fitri Nugraha, Edgar Suratman, Bima Arya. Hadir juga Syekh Fadil Al-Jailany dan Syekh Amin Al-Jailany, para Kyai pimpinan pesantren di Bogor dan sekitarnya, para jemaah thoriqoh dari berbagai daerah di Indonesia.
Termasuk Habib Nabil, Habib Mahdi dan puluhan ribu jemaah yang berasal dari berbagai daerah di Indonesia.

Namun sangat disayangkan, kebesaran nama KH Tubagus Muhammad Falak sampai saat ini belum mendapatkan apresiasi atau perhatian dari pemerintah, padahal hal itu telah diusulkan GP Ansor Kota Bogor beserta sejumlah Ormas Islam agar nama besar KH Tubagus Muhammad Falak dijadikan nama sebuah jalan di Kota Bogor.

Tokoh masyarakat Kota Bogor, Zaenul Mutaqin (ZM) angkat bicara terkait belum adanya perhatian nyata dan apresiasi dari Pemkot Bogor terhadap kebesaran nama ulama terkemuka KH Tubagus Muhammad Falak tersebut.

Ia mengatakan, setiap tahun jemaah semakin bertambah menghadiri haul KH Tubagus Muhammad Falak, bahkan ratusan ribu jemaah dari berbagai daerah hadir, ini membuktikan bahwa kebesaran nama almarhum sangat harum dan baik di seluruh masyarakat Indonesia.

“Tapi sayang sekali pemerintah Kota Bogor hingga saat ini belum mengapresiasi usulan GP Ansor dengan beberapa Ormas Islam untuk menjadikan mama almarhum menjadi sebuah nama salah satu ruas jalan di Kota Bogor,” tegas Zaenul.

Zaenul yang juga Calon Wakil Walikota Bogor nomor satu ini menambahkan, dengan ramai dan meriahkanya acara haul di Pagentongan ini, menjadi sebuah cerminan dan bukti bahwa nama KH Tubagus Muhammad Falak sangat besar dan layak di apresiasi oleh pemerintah.

Pihak dari pengajuan tiga tahun lalu oleh GP Ansor, Pemkot Bogor juga sudah melakukan riset dan kajian kajian, tetapi sampai saat ini tidak ada hasil apapun untuk menjadikan salah satu jalan di Kota Bogor dengan nama KH Tubagus Muhammad Falak.

“Kita sangat prihatin dan sedih, Pemkot Bogor kurang tanggap dan bergerak cepat mengapresiasi. Saya berharap Pemkot Bogor segera membuka mata dan menerima usulan untuk penamaan jalan di Kota Bogor dengan nama besar KH Tubagus Muhammad Falak,” harapnya.

Senada, Ketua GP Ansor Kota Bogor, Rachmad Imron Hidayat menuturkan, nama KH Tubagus Muhammad Falak bukan saja sangat terkenal di. Indonesia, tetapi di Negara timur tengah dan Asia, nama beliau sangat dikenal.

Menurutnya, KH. Tubagus Muhammad Falak juga telah tercatat sebagai salah seorang ulama besar Indonesia yang menjadi tokoh Spiritual dalam bidang kerohanian di laskar Hizbullah yang pelatihannya berpusat di daerah Cibarusah.

Pemimpin spiritual di Bogor yang senantiasa membangkitkan semangat Jihad fii Sabilillah melawan penjajah untuk membela dan mempertahankan republik Indonesia.

Pada masa-masa kritis ia banyak didatangi oleh banyak kalangan baik sipil maupun militer untuk meminta keberkahan atas karomah yang diyakini dimiliki olehnya.

Khusus dalam konteks pergerakan, aktifitas lanjut dia, KH. Tubagus Muhammad Falak dalam gerakan kebangsaan semakin terlihat mantap ketika ia semakin banyak berinteraksi dengan para tokoh pergerakan nasional dari berbagai kalangan di antaranya H.O.S Cokroaminoto, Ir. Soekarno, dan berbagai tokoh pergerakan nasional lainnya.

Kemudian pada masa sebelum dan masa revolusi fisik 1945-1949. Pemkot Bogor harus melihat semua sisi dari kebesaran nama KH Tubagus Muhammad Falak, sehingga tidak ada alasan lagi untuk menjadikan sebuah nama jalan di Kota Bogor.

“Kami minta Pemkot Bogor segera mewujudkan usulan untuk nama jalan itu,” jelasnya.

Terpisah, perwakilan panitia haul KH Tubagus Muhammad Falak ke 46, Ubaidilah mengatakan, kegiatan haul sudah dimulai sejak 23 Februari lalu dengan khataman Al Qur’an.

Kepanitiaan Haul kali ini dipimpin oleh KH. Tubagus Agus Fauzan selaku Ketua Umum Yayasan Alfalak dan KH. Tubagus Asef Faisal Badru Zaman selaku ketua panitia pelaksana.

Rangkaian kegiatan haul yang mengangkat pesan utama Menjaga dan Merawat Persaudaraan antar sesama muslim dan sesama anak bangsa Indonesia serta menghindar dan menjauhkan dari perpecahan.

“Pada acara puncak dihadiri oleh Syekh Fadil Al Jaelany dan Syekh Amin Al Jaelany yang merupakan generasi ke 26 dari Syekh Abdul Qodir Jaelany. Alhamdulilah acara haul berjalan lancar dan jemaah yang hadir juga dari berbagai daerah di Indonesia,” kata Ubaidilah.

Komentar
Loading...