BogorOne
Akurat dan Terpercaya

Diduga Korupsi Dana Pensiun, Direksi PD PPJ Diperiksa Kejari

0 63

 

BogorOne.com | Kota Bogor – Belum lama ini Direksi Perusahaan Daerah Pasar Pakuan Jaya (PD PPJ) diperiksa Kejaksaan Negeri (Kejari) Kota Bogor atas dugaan korupsi dana pensiun.

Dugaan korupsi itu muncul dalam penggunaan dana anggaran PD PPJ yang di deposito di bank Muamalat Bogor tahun 2015 dan Asuransi dana pensiun direksi PD PPJ tahun 2015.

Dari informasi yang dihimpun, tiga karyawan PD PPJ mendatangi kantor Kejari Kota Bogor, di Jalan Juanda no 6 sejak Senin (13/08/18) hingga Selasa (14/8) siang.

Direktur Umum (Dirum) PD PPJ dan didampingi dua orang karyawan bagian keuangan serta tiga orang Badan Pengawas (BP) PD PPJ yang menjabat tahun 2015 telah memenuhi panggilan Kejari Kota Bogor.

Saat dikonformasi, Kasi Intelijen Kejari Kota Bogor Widiyanto Nugroho, membenarkan adanya penyelidikan kasus PD Pasar Pakuan Jaya.

“Benar kami telah melakukan penyelidikan PD PPJ Kota Bogor,” ungkap Widiyanto pada Selasa (14/08/18) sore.

Meski begitu, Widy belum bisa memberikan keterangan maupun penjelasan lebih lanjut soal kasus yang terjadi di salah satu BUMD di Kota Bogor tersebut.

“Kami belum bisa memberikan penjelasan lebih lanjut terkait kasus permasalahan itu dan orang orang yang dipanggil,” jelasnya.

Sementara itu, Direktur Utama PD PPJ Andrie Latif Asikin mengatakan, pihaknya menerima surat panggilan dari Kejari Kamis (09/08/18), untuk diminta keterangan Senin (13/08/18). Namun karena ada rapat, sehingga dari pihaknya baru mendatangi Kejari Selasa (14/08/18).

“Mengenai apa yang ditanyakan belum ada komunikasi dengan dirum yang dimintai keterangan,” ungkapnya.

Saat ditanyakan adanya dugaan korupsi penggunaan dana anggaran PD PPJ untuk deposito di bank Muamalat Bogor tahun 2015 dan Asuransi dana pensiun direksi PD PPJ tahun 2015, menurut Andrie tidak apa-apa mendepositokan uang PD PPJ di bank.

“Dana itu pada saat saya mulai dilantik pada Februari 2015, ada uang yang digunakan untuk revitalisasi pasar. Nah itu ada dari 2013, maka ada perubahan harga dari tahun ke tahun sehingga nilai nya menyusut. Makanya kami simpan di deposit supaya berkembang,” tuturnya.

Masih kata Andrie pada tahun 2015 PD PPJ belum bisa melakukan revitalisasi, maka pada saat itu uang diputuskan dimasukkan ke deposito. Karena menyimpan deposito hal lazim dilakukan perusahaan.

“Selama hasil pemberdayaan masuk ke perusahaan ya tidak ada masalah. Ada payung hukumnya yaitu SK direksi tahun 2015 lalu,” bebernya.

Andrie menuturkan, untuk asuransi pensiun beringin life belajar dari dana pensiun direksi tahun 2014 sebesar Rp1,5 miliar yang harus dibayarkan langsung sehingga terjadi cash flow. Karena dana yang besar waktu itu perusahaan kondisi nya mengalami cash flow yang luar biasa besar.

“Terlepas itu penjelasan, karena kami sudah ada MoU dengan kejaksaan, mungkin mereka ingin membenahi apa yang kurang, nanti kami berkomunikasi dengan Kejaksaan Negeri Kota Bogor. Uang deposito sebesar Rp15 miliar nilainya untuk revitalisasi, dana pensiun beringin live belum mengetahui berapa yang sudah disetorkan,” jelasnya.

Andrie menyebutkan yang dipanggil Kejari Kota Bogor adalah Dirum dengan dua orang keuangan dan tiga orang Badan Pengawas yang menjabat tahun 2015. “Setahu saya baru itu yang dipanggil,” pungkasnya. (Asy)

Komentar
Loading...