BogorOne
Akurat dan Terpercaya

Dishub – DPUPR Rebutan Proyek Suryakencana

0 45

 

BogorOne.com | Kota Bogor– Adanya perseteruan proyek antara Dinas Perhubungan (Dishub) yang akan memasang parkir elektronik dan Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR)
yang akan melebarkan pesestrian di Jalan Suryakencana akhirnya diputuskan posisi parkir kendaraan menjadi paralel.

Alasannya, Dishub telah lebih dulu menancapkan 15 unit mesin Terminal Parkir Electronik (TPE) dari total 18 unit di jalan Suryakencana. Sementara DPUPR berencana melakukan pelebaran pedestarian di jalan Suryakencana dari lebar 4 meter menjadi 7 meter sisi kiri dan kanan jalan.

Kepala Bidang Sarana dan Prasarana pada Dishub, Dody Wahyudin mengaku terkait TPE pihaknya telah berkoordinasi dengan dinas terkait termasuk DPUPR kemarin dan diputuskan mesin TPE tetap sesuai rencana tidak akan dipindahkan dari tempat semula.

“Untuk mesin TPE masih tetap di posisi semula sesuai yang direncanakan. Yang berubah itu adalah pola parkir kendaraan dari biasa serong menjadi paralel dengan kebutuhan ruang parkir sekitar dua meter. Jadi program DPUPR (pedestarian) berjalan, Dishub (TPE) juga berjalan,” jelas Dody ditemui di ruang kerjanya, Senin 27 Agustus 2018.

Ia enggan berkomentar lebih jauh saat ditanya terkait lebar jalan Suryakencana yang hanya akan menyisakan lima meter. “Kalau masalah itu teknisnya ke bagian lalu lintas,” ucap Dody.

Dijelaskan, bahwa selain di jalan Suryakencana, tiga unit mesin TPE diantaranya dipasang di jalan Otto Iskandardinata. Di Agustus ini, pihaknya juga telah menyeleksi 18 juru parkir dari 54 orang di kedua ruas jalan tersebut yang statusnya akan menjadi PKWT (pekerja kontrak waktu terbatas).

“Sebelumnya dari bulan Juli sosialisasi telah kita dilakukan kepada masyarakat umum melalui media, termasuk kepada pemilik toko dan pengguna parkir di sana,” imbuh Dody.

Ia juga mengatakan, bahwa pihak Dishub telah melakukan kerja sama dengan dua bank, yaitu Bank Jabar dan Mandiri. Sedangkan masih dalam proses adalah integrator sebagai operator penghubung antara mesin dengan bank yang menggunakan kartu e-money. “Integrator dipihak ketigakan oleh CV. INO,” jelasnya.

Dishub sendiri dalam pengadaan sejumlah 18 unit mesin TPE buatan Swedia melalui e-katalog denga nilai Rp 2,2 miliar. “Uji coba bagi pengguna jalan kita rencanakan di September nanti. Sedangkan untuk tarifnya dikenakan tarif progresif Rp 6.000,” tandasnya.

Sebelumnya, Kepala Dinas PUPR Chusnul Rozaqi menjelaskan, bahwa kondisi eksisting jalan Suryakencana memiliki lebar 10 meter. Sedangkan lebar total trotoar 4 meter yang terbagi 2 sebelah kiri dan kanan jalan.

Untuk desain pedestrian kedepan, lanjut Chusnul, akan mengalami perubahan diperlebar menjadi total 7 meter. Sebelah kiri jalan 3,5 meter dan kanan 3,5 meter. Dengan demikian, untuk lebar badan jalan akan berkurang dari tadinya 10 meter menjadi 7 meter.

“Ya, penekanan kedepan ramah pejalan kaki, jadi untuk pedestrian akan diperlebar menjadi 3,5 meter atau 7 meter. Ini desain awal dan badan jalan menjadi berkurang,” ujarnya belum lama ini.

Masih kata Chusnul, kedepan pun parkir on the street akan ditiadakan di kawasan itu. “Kedepan tidak ada parkir on the street di situ. Tapi detailnya dalam desain tidak terlepas dari fungsi-fungsi yang lain seperti utilitas atau drainase didalamnya,” pungkasnya. (Fray)

Komentar
Loading...