BogorOne
Akurat dan Terpercaya

Distan Akan Periksa Pelapak Hewan Kurban

0 30

BogorOne.com | Kota Bogor – Jelang hari raya Idul Adha 1439 H atau hari kurban yang jatuh pada 22 Agustus 2018, Dinas Pertanian Kota Bogor akan melakukan pemeriksaan hewan kurban dilapak-lapak penjualan hewan kurban.

Kepala Bidang Peternakan Dinas Pertanian Kota Bogor Dudi Fitri Susandi mengatakan, ada dua tahapan pemeriksaan yang dilakukan tim diantaranya antemortem atau pemeriksaan fisik luar dan posmortem pemeriksaan fisik dalam setelah dilakukan pemotongan.

Menurutnya, ada beberapa hal yang harus diperhatikan dalam pemeriksaan hewan kurban, seperti hewan kurban harus memenuhi persyaratan syariat Islam. Jika tidak memenuhi persyaratan tersebut, maka harus dikembalikan atau disarankan tidak dijual untuk keperluan hewan kurban.

Selain itu, hewan kurban yang tidak sehat disarankan untuk diobati atau diisolasi, karena penyakit tersebut bisa menular kepada hewan lainnya, bahkan ke manusia.

Diakuinya untuk hewan kurban yang telah dilakukan akan diberikan kelengkapan Surat Keterangan Kesehatan Hewan (SKKH) dari daerah asal, dan artinya hewan itu terjamin sehat dan memenuhi syarat untuk dijadikan hewan kurban.

Menurut Dudi, ada enam tim pemeriksa yang diturunkan untuk enam wilayah kecamatan. Selain itu pihaknya juga akan melakukan edukasi tata cara pemotongan hewan kurban kepada 100 orang DKM se Kota Bogor, kriteria yang diberikan pelatihan pertama yang mengajukan permohonan dan yang belum pernah melaksanakan pemotongan hewan kurban.

“Kami sosialisasi kepada pelapak harus menjual hewan kurban yang¬† sehat, ciri-ciri hewan sehat antaralain hidung bersih, mata bersih, berjalan normal, dan buah jakarnya harus normal serta cukup umur, untuk Sapi harus sudah memasuki usia 2 tahun dan Kambing minimal 1 tahun denga
bobot minimal 25 kilogram,” kata Dudi, Rabu (08/08/18).

Selain itu ia juga berpesan kepada para pedagang, dalam menjual hewan kurban jangan cenderung hanya ke bisnis tapi juga harus melihat nilai syareat ibadahnya, karena hewan kurban ada kriteria yang harus diperhatikan.

“Untuk posmortem atau pemeriksaan setelah dipotong, yang diperiksa adalah komdisi hati, paru-paru dan jantung. Kalau di hati keluar cacing atau warna jenisnya berubah kami sarankan untuk tidak dibagikan,” jelasnya.

Selain itu, untuk penyediaan hewan kurban, pihanya akan gelar bursa hewan tanggal 11 Agustus 2018 bekerjasama dengan Balai Penelitian dan Pengembangan Peternakan (Balitbangnak).

“Dalam bursa hewan kurban, kami menyediakan 15 pedagang dengan hewan dari berbagai daerah dengan jumlah sapi yang sudah terlihat sekitar 2000 – 3000 ekor sapi dan 1500 – 2000 ekor kambing,” ujarnya.

Tahun lalu kata dia, ketersediaan kurban ada sekitar 2.820 ekor. Dan yang dipotong sebagai hewan kurban ada sekitar 920 ekor Sapi, 258 ekor Kambing dan 3726 ekor Domba. (Fry)

Komentar
Loading...