BogorOne
Akurat dan Terpercaya

Dituding Main Mata Dengan Pengelola Pasar TU, Usmar Minta PD PPJ Bentuk Tim Etik

0 63

BogorOne | Kota Bogor – Menyikapi tudingan karyawan PD Pasar Pakuan Jaya (PD PPJ) terhadap Plt Walikota Usmar Hariman bermain mata dengan Pengusaha PT. Galvindo Ampuh dalam pengelolaan Pasar TU Kemang, Usmar minta PD PPJ bentuk tim etik.

Menurut Usmar, pemberitaan isu tudingan yang bergulir itu sudah ditangani Badan Pengawas (BP). Dia mengaku sudah perintahkan BP mengatasi masalah yang menjadi bahan berita.

“Saya berikan keleluasaan BP untuk menuntskan atas tuduhan yang dilontarkan, dan saya berikan keleluasaan untuk memanggil media dan direksi,” kata Usmar, Selasa (05/03/18)

Masih kata dia, BP sudah rapat, bersama tim yang sudah dibentuk, termasuk melibatkan Kejari, dan ia berharap segera ada finalisasi.

“Mudah-mudahan cepat selesai, sehingga eksekusi pasar TU tidak berlama-lama. Sehingga fitnah saling tuduh apalagi ke atasan bicaranya begitu ini secara etika tidak bagus, makanya saya minta dibentuk tim etika di PD PPJ,” ujarnya.

Saat disinggung apakah dirinya akan melakukan perombakan di Internal PD PPJ atau memberikan sanksi kepada karyawan yang berprilaku tidak etis, ia mengaku akan menunggu rekom badan pengawas.

“Nanti saja, saya tunggu dulu rekom BP seperti apa, dan rekom itu lah yang akan dilaksanakan,” pungkasnya.

Sebelumnya, Kepala Bagian (Kabag) Ketertiban, Keamanan, dan Kebersihan PD PPJ Haikal Mahri mengatakan, belum adanya keputusan siapa pengelola Pasar Induk TU Kemang, membuat pedagang dan para pekerja merasa dibunuh secara perlahan.

“Kebijakan itu sangat fatal akibatnya. Butuh pengelola yang profesional,” katanya.

Surat yang disampaikan kepada Plt Wali Kota Bogor itu, isinya meminta Pemkot Bogor untuk tegas menetapkan pengelola Pasar TU. Apalagi, masa pengelolaan PT. Galvindo Ampuh terhadap pasar tersebut sudah habis sejak Desember 2007 silam.

Haikal menjelaskan, Surat Hak Pengelolaan (HPL) Pasar Induk TU Kemang sudah berbentuk sertifikat, atas nama Pemkot Bogor sejak 2004. Sesuai SK Wali Kota Desember 2007 lalu.

Masih kata Haikal, PD PPJ berhak mengelolaan Pasar TU. Selain itu berdasarkan surat Nomor 591.45-14 tahun 2012, tentang penunjukkan pengelolaan pasar di lingkungan Pemkot Bogor, PD PPJ merupakan pengelola resmi pasar tersebut.

“Namun hingga sekarang pemkot terus menunda-nunda. Nah tidak diambilnya ini ada apa,?” ucapnya.

Haikal menuding Plt Wali Kota Usmar Hariman memiliki sejumlah rencana busuk karena membuat Pasar Induk TU Kemang sampai sekarang  menjadi status quo.

“Status quo itu bukan kebijakan wali kota, tapi Plt. Yang bikin kisruh ini Plt Wali Kota. Sebelum cuti, Bima Arya membuat disposisi untuk menolak permintaan adendum, itu ditolaknya sebelum cuti. Nah sekarang, kebijakan Wali Kota ini dipatahin semua sama Plt,” ujar Haikal.

Haikal bahkan menuding, Usmar terlihat dekat dengan pihak PT. Galvindo Ampuh. Dia pun menduga ada unsur kesengajaan, yang dibuat Usmar.

“Beberapa kali orang Galvindo ini bertemu sama Usmar, waktu masih jadi Wakil. Entah mungkin aliran dananya juga sampai ke wakil. Jadi dia membela ke sana,” tandasnya.

Komentar
Loading...