BogorOne
Akurat dan Terpercaya

Ditunggak BPJS Puluhan Miliar, RSUD Kota Bogor Kalang Kabut

0 45

 

BogorOne.com | Kota Bogor – Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) masih menunggak pembayaran puluhan miliar ke
Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Kota Bogor. Hal itu membuat RSUD kalang kabut fan harus putar otak untuk menutupi berbagai kebutuhanya.

Untuk mendapatkan suntikan dana, RSUD terus merumuskan solusi dan akhirnya rumah sakit plat merah milik Pemkot Bogor itu terpaksa mengajukan pinjaman sedikitnya ke enam lembaga keuagan.

Hal itu dilakukan untuk menghindari kebutuhan RSUD terus membengkak hingga berdampak terhadap pelayanan masyarakat yang memburuk dan tisak optimal.

Direktur Umum RSUD Dewi Basmala mengatakan dana yang sudah diklaim BPJS yang belum dibayar mencapai puluhan miliar rupiah, namun sayang dirinya enggan menrinci berapa angka detil tunggakan itu.

“Tunggakan BPJS, banyak yah, puluhan miliar,” kata Dewi saat diwawancara Balaikota Bogor, Jumat 24 Agustus 2018 kemarin.

Dewi mengakui akibat dari belum terbayarnya klaim itu telah mengganggu likuiditas RSUD, terutama dalam pembelian obat-obatan untuk kebutuhan pasien.

“Ketersediaan obat untuk pasien sangat penting. Rumah sakit bisa berdiri sangat tergantung dari dokter, obat dan bahan habis pakai. Jadi yang saat ini kita kejar adalah obat, supaya safety,” ujarnya.

Dewi mengaku bahwa BPJS sendiri menyepakati untuk menyelesaikan persoalan ini. Karena, BPJS pusat telah membuat kerja sama dengan pihak perbankan baik milik pemerintah maupun swasta untuk memberikan pinjaman ke rumah sakit.

“Anjak piutang ini dengan jaminan klaim yang telah diverifikasi BPJS,” ujarnya

Jika opsi ini yang diambil, lanjut Dewi, RSUD yang notabenenya milik Pemerintah Kota Bogor maka akan dipilih bank pemerintah, diantaranya ada BRI, BNI, Mandiri. Sementara bank swastanya akan dipilih antara lain Bank Bukopin dan Danamon.

“Tapi kita belum kerja sama, saat ini sedang penjajakan. Dan memang jika BPJS belum memberikan, fasilitas inilah yang kita pakai dengan tetap melihat berbagai aspek regulasi,” tandasnya. (As)

Komentar
Loading...