BogorOne
Akurat dan Terpercaya

Dongkrak Pangsa Pasar Industri, Kamenperin Gelar Workshop e-Smart IKM

0 50

 

BogorOne.com | Kota Bogor – Untuk mendorong peningkatan pangsa pasar produk Industri Kecil Menengah (IKM), Kementerian Perinduatrian (Kememperin) terus berinovasi dengan gelar workshop untuk memperkenalkan e-Smart IKM.

Hal itu dilakukan, untuk menindaklanjuti Making Indonesia 4.0 yang merupakan peta jalan (road map) Indonesia memasuki era Industri generasi ke-4 yang diluncurkan Presiden April 2018 lalu. Dimana teknologi digital dimanfaatkan sepenuhnya dalam proses produksi dan dalam rantai nilai guna mencapai efisiensi yang maksimal.

Direktur Jenderel IKM Kemenperin RI Gati Wibawaningsih mengatakan, salah satu prioritas dalam Making Indonesia 4.0 adalah memberdayakan IKM melalui teknologi digital, salah satunya e-Commerce atau perdagangan online.

“Program e-Smart IKM ini merupakan suatu upaya pemerintah untuk membangun sistem database industri kecil menengah yang sekaligus diintegrasikan dengan marketplace besar yang sudah ada di Indonesia,” kata Gati di Padjajaran Suites Hotel, Kota Bogor, Selasa (07/08/18)

Diakuinya, data dari e-Smart IKM akan menjadi bahan analisa pembuatan kebijakan pembinaan IKM. Sehingga melalui e-Smart IKM diharapkan akan diketahui kebutuhan pembinaan IKM dan respon kebijakan yang dibutuhkan.

Ia menambahkan, Google dan Temasek memprediksi potensi pasar e-Commerce Indonesia pada tahun 2025 akan mencapai US$ 46 miliar atau sekitar 52% dari potensi pasar e-Commerce di Asia Tenggara yang mencapai US$ 88 miliar.

Menurutnya, hal tersebut adalah momentum perluasan pasar bagi industri dalam negeri dan penetrasi pasar domestik untuk bersaing dengan produk impor.

Bahkan untuk mendongkrak pasar produk IKM pihaknya mengaku, telah bekerjasama dengan lima marketplace besar di Indonesia, yaitu Bukalapak, Tokopedia, Blanja.com, Shopee, dan BliBli.

“Melalui program e-Smart IKM, maka nantinya pasar e-Commerce Indonesia akan didominasi oleh produk-produk unggulan dalam negeri,” jelas dia.

Sampai dengan bulan Juli 2018 lanjut dia, jumlah IKM yang telah mengikuti workshop e-Smart IKM adalah sebanyak 2900 IKM dan sampai bulan Mei yang lalu telah mencapai nilai transaksi sebesar RP. 600 juta. Dan 2018 ditargetkan akan ada 4000 IKM yang mengikuti workshop e-Smart IKM di seluruh Indonesia.

Pada kesempatan itu, dia juga mengimbau agar para pelaku IKM mengurus legalitas usaha. Mengingat banyaknya keuntungan yang diperoleh oleh IKM apabila memiliki legalitas yang lengkap.

Karena sebagian besar program-program dan kebijakan pembinaan IKM yang dilakukan oleh pemerintah menyasar IKM-IKM yang telah memiliki izin.

“Kepada Dinas daerah sebagai pembina IKM setempat, agar dapat membantu IKM dalam pengurusan izin sehingga IKM dapat lebih berkembang dengan produk-produknya yang sangat potensial,” pintanya

Selain itu, ia juga meminta agar IKM memenuhi kewajibannya dalam membayar pajak karena dengan pajak yang dibayarkan oleh IKM akan dikembalikan kepada IKM dalam bentuk program-program pembinaan IKM.

“Pemerintah telah menunjukkan keberpihakannya kepada IKM dengan pemangkasan Pajak Penghasilan (PPh) final bagi Usaha Kecil Menengah (UKM) dari 1% menjadi 0,5%. Pengurangan pajak ini akan meringankan beban Industri Kecil dan Menengah (IKM) serta memberikan dampak yang besar dalam kesempatan berusaha,” tandasnya. (As)

Komentar
Loading...