BogorOne
Akurat dan Terpercaya

Dongkrak Suara Pilpres, Maurarar Sirait Diutus PDIP Maju Pileg DPR RI Dapil Kota Bogor

0 77

 

BogorOne.com | Kota Bogor – Untuk mendongkrak suara PDI-P di Jawa Barat dan Pemilihan Presiden (Pilpres), PDI-P utus figur muda Maurarar Sirait maju Pemilihan Legislatif (Pileg) DPR RI dapil Jabar 3 Kota Bogor Kabupaten Cianjur.

Ketua Umum Taruna Merah Putih itu mengaku, dengan pengalamannya 15 tahun di legislatif dari dapil Subang Majalengka Sumedang, ia tidak lagi mencalonkan diri maju di pileg 2019 dan berharap ada regenerasi,  namun karena di utus partai dirinya sebagai kader tetap loyal.

“Pak jokowi kalah cukup telak di Jawa Barat, itu juga merupakan PR kita, tapi dari data-data dan survey sekarang kepercayaan publik di Jabar sudah meningkat, dan warga Jabar sudah percaya bahwa Pak Jokowi punya kemampuan memimpin bangsa,” ujar Maurarar di Seketariar PDI-P Kota Bogor, Rabu (22/08/18).

 

Terlebih, saat ini di dapilnya sudah ada tiga projeck atau proyek besar yang sudah dikerjakan diera Jokowi, yakni waduk Jati Gede Sumedang, Bandara Kertajati Majalengka dan satu lagi yaitu proyek patimban yang baru dimulai.

Untuk meraih suara di Kota Bogor, ia mengaku telah bertemu Walikota dan Wakil Walikota Bogor dan ngobrol berbagai persoalan salah satunya soal kemacetan.

“Sebagai adik angkatan di Universitas Parahyangan (Unpar) saya akan ajak kang Bima untuk bersama-sama berjuang membangun Kota Bogor. Pilkada sudah selesai dan sekarang meski beda partai tapi mari bersama-sama bangun Kota Bogor,” jelasnya.

Strategi lainnya kata dia, dirinya akan perjuangkan aspirasi yang benar, silaturahmi yang baik, bikin program-program yang memang dibutikan masyarakat. “Tadi sudah sharing sama wartawan tentang apa saja yang dibutuhkan masyarakat Kota Bogor, itu lah yang nanti kita wujudkan,” katanya.

Tak hanya soal ekonomi dan kemiskinan, ia juga peduli dengan masa depan para pemuda di kota hujan, untuk itu dirinya akan membuat kegiatan kegiatan olahraga untuk meminimalisir aksi-aksi tawuran.

Dalam pemberdayaan ekonomi untuk menekan angka kemiskinan,
Ia juga telah berkoordinasi dengan Kamar Dagang dan Industri (Kadin) dan Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (Hipmi) bahkan saat ini dirinya sedang mengurus undang-undang kewirausahaan.

“Saya telah kunjungan dari Jerman tiga bulan lalu, dan di Jerman itu ada pelajaran untuk wirausaha enterpranership sudah dari usia muda bahkan dari sejak sekolah, maksudnya supaya anak-anak dirorong mind side nya untuk menjadi pengusaha. Jadi ada metedologinya ada pelajarannya dan ada kurikulumnya, pegawai bagus PBS bagus tapi pengusaha di kita msh kecil. Jadi kalau bisa ditingkatkam dan diberi pendidikan, diberi modal, perizinannya dipermudah, seperti mengajukan modal kalau syarat-syaratnya terlalu berat mana bisa,” tandasnya. (Fray)

Komentar
Loading...