BogorOne
Akurat dan Terpercaya

DPRD : Konsep Park and Ride Jangan Korbankan Pedagang

0 25

 

BogorOne.com | Kota Bogor – Menyikapi rencana Pemkot Bogor yang akan membangun park and ride di Gedung Plaza Bogor pada 2019 mendatang, DPRD minta jangan terburu-buru dan mematangkan kajiannya terlebih dahulu, supaya tudak menimbukan masalah baru.

Anggota Komisi II DPRD Kota Bogor dari Fraksi Demokrat Eny Indari mengatakan, semua harus melalui kajian yang matang sehingga tidak ada pihak yang dirugikan.

“Ya, di Plaza Bogor itu kan ada ribuan pedagang termasuk para pegawai yang menggantungkan hidupnya disana. Itu harus benar-benar dipertimbangkan aspek sosialnya, jangan hanya fokus terhadap penataannya saja,” kata Eny di Gedung DPRD, Kamis (13/09/18).

Politisi partai besutan Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) itu menlanjutkan, secara umum konsep park and ride itu bagus, tapi pemkot harus benar-benar menatangkan kajiannya terlebih dahulu.

Saat disinggung, bahwa Pemkot menargetkan proyek itu dimulai 2019, ia mempertanyakan sejauh mana proses kajiannya. Karena akan berhadapan dengan perut ribuan orang mencari makan dilokasi tersebut yang belum tentu semua menyetujui.

“Apakah pemkot sudah yakin kajiannya selesai dan tidak menimbulkan kerugian pihak lain. Saya harap Pemkot menghitung baik-baik tentang nasib pedagang. Intinya matangkan saja dulu kajiannya serta sosialisasi di intensifkan sehingga semua pedagang paham,” jelasnya.

Menyikapi soal relokasi pedagang ke Pasar Sukasari dan Jambu Dua, menurutnya, kedua pasar itu juga perlu dilihat, mampu nenampung berapa banyak pedagang.

Lalu lanjut dia, sejauh ini di kedua pasar itu juga belum dilakukan pembangunan, bagaimana bisa menanpung pedagang Plaza Bogor yang jumlahnya mencapai ribuan.

Secara pribadi, ia mengaku setuju dengan konsep penataan dilokasi tersebut. Tapi yang terpenting harus mengutamakan solusi terelbih dahulu buat relokasi pedagang baru dilakukan pembangunan.

“Pada dasarnya, ya saya setuju-setuju saja dilakukan penataan dari pada banyak parkir liar dan tidak tertata, terlebih pembamgunan itu nantinya bisa berpotensi bisa menyumbang PAD,” jelasnya.

Sebelumnya, Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kota Bogor, Erna Hernawati mengatakan, saat ini Detail Engineering Design (DED)

Pembangunan belum berjalan. Namun landscape sudah selesai dan telah dikoordinasikan dengan dinas terkait.

“Seluruh pekerjaan sudah dikoordinasikan siapa berbuat apa. Dishub berbuat apa, PUPR, Disperumkim dan PD PPJ serta Disperindag berbuat apa sudah dikoordinasikan,” kata Erna di Gedung DPRD, Rabu (12/09/18).

Menurut Erna konsep pembangunan park and ride di Plaza Bogor memiliki beberapa fungsi, selain fungsi ruang terbuka hijau (rth) juga sebagai lahan parkir.

“Nanti pengunjung Kebun Raya tidak perlu lagi di satu bidang di Jalan Otto Iskandardinata, karena nanti akan dibuat underpass yang didalamnya ada pedagang kaki lima (PKL) binaan UMKM dan ada juga galeri city,” urainya.

Menurut dia, bahwa pedagang di Plaza Bogor, harus sudah pindah pada Desember 2018. “Para pedagang akan direlokasi ke sejumlah pasar, nanti yang mengatur PD PPJ bisa ke Sukasari atau Pasar Jambu Dua. Yang (PKL) di Jalan Suryakencana banyaknya ke underpass,” pungkas Erna. (Fray)

Komentar
Loading...