BogorOne
Akurat dan Terpercaya

DPRD Minta Proyek TPE dan Pedestrian Suryakencana Distop

0 29

 

BogorOne.com | Kota Bogor – Dinilai tumpang tindih dan perencanaan yang kurang matang, Komisi III DPRD Kota Bogor meminta Pemerintah Kota Bogor menyetop rencana pembangunan pedestrian dan proyek Terminal Parkir Elektronik (TPE) di Jalan Suryakencana.

Seperti diketahui, proyek pedestrian digawangi Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) sementara proyek TPE dikerjakan Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Bogor.

Anggota Komisi III Teguh Rihananto mengatakan Jalan Suryakencana sudah masuk kawasan khusus, sehingga pihaknya berharap ada sebuah desain yang lebih detail lagi semacam RTBL (Rencana Tata Bangunan dan Lingkungan) untuk memastikan pola pembangunan di sana mau seperti apa.

Setahu dirinya selama di komisi belum pernah mendengar adanya rencana pembangunan pedestrian jalam Suryakencana yang menelan dana sebesar Rp 14 miliar.

Lain hal dengan program Terminal Parkir Elektronik (TPE) di Jalan Suryakencana dan juga rencana perubahan Plaza Bogor menjadi gedung parkir.

“Jadi terkait ini saya cenderung seharusnya dibuat sebuah perencanaan yang lebih komprehensif dulu Suryakencana dan sekitarnya seperti apa, termasuk juga menyangkut flow lalu lintas di sana, dan kemudian rencana pemindahan pedagan pasar tumpah yang sampai sekarang belum mendapatkan kepastian. Jangan sampai ada tumpang tindih,” tegas Teguh, Selasa (28/08/18).

Untuk itulah, Teguh menyarankan agar wali kota Bogor lebih baik rehat sejenak dan duduk bersama untuk menghasilkan perencanaan yang komprehensif, apalagi pada pelaksanaan kegiatan-kegiatan yang dibiayai APBD.

“Kenapa? karena dana APBD ini terbatas, kalau sudah mubazir sedihnya kerasa banget,” ujarnya.

Dalam kesempatan ini, politisi PKS ini menyinggung seperti peningkatan jalan betonisasi di Sindang Barang Jero (SBJ) yang membuat kaget dirinya karena dinilai jalan tersebut belum begitu urgent untuk diperbaiki.

Padahal lanjut dia, masih ada kebutuhan lain untuk anggaran digunakan pada kegiatan infrastuktur membuat akses jalan-jalan baru.

“Ya, kaitan dengan pedestarian baiknya jangan dimulai dulu sambil menunggu kajian komprehensif,” tandasnya. (As)

Komentar
Loading...