BogorOne
Akurat dan Terpercaya

Fix Bersanding, DID – STS Siap Rebut Kekuasaan dan Jadikan Bogor Bersih dari Korupsi

0 92

BogorOne | Kota Bogor – Injury Time, Partai pemenang PDI Perjuangan fix mengusung paket Dadang Iskandar Danubrata (DID) sebagai Calon Walikota Bogor dan Sugeng Teguh Santoso (STS) untuk wakilnya untuk bertarung di Pilwalkot Bogor 2018.

Pasangan itu diusung koalisi PDIP-PKB dengan jumlah sembilan kursi di DPRD. Delapan kursi dimiliki PDIP dan satu kursi dimililiki PKB.

Hal itu dibenarkan Ketua Tim Relawan STS, Bagus Harianto di Taman Topi Kota Bogor, Senin (08/01/18).

Menurutnya, semua warga Kota Bogor baik dari unsur partai pengusung dan pendukung serta para relawan yang telah berdoa atas turunnya SK kepada kang Haji Dadang Iskandar Danubrata sebgai calon Walikota Bogor dan mas Sugeng Teguh Santoso sebagai wakilnya, dan itu sekarang telah terwujud.

“Semoga perjuangan dan doa warga Kota Bogor menjadi kekuatan kepada kang DID – STS untuk memimpin Kota Bogor,” katanya.

Masih kata dia, semua udah clear calon Gubernur Jabarnya Kang TB. Hasanudin, Calon Walikota dan Wakil Walikota Bogornya Kang Dadang Iskandar Danubrata dan Sugeng Teguh Santoso.

Bagus menambahkan, untuk pasangan DID – STS akan mengusung tagline sesuai tupoksi dan karakter pasangan bekerja memperjuangkan wong cilik dan menjadikan Kota Bogor bersih dari korupsi.

Pasangan DID -STS dinilai sangat ideal untuk meminpin Kota Bogor lima tahun kdepan, karena keduanya merupakan sosok pejuang yang pantang menyerah bertarung dalam memperjuangkan hak-hak rakyat dan terbukti tidak pernah tersangkut kasus korupsi.

Sebagai informasi, Dadang Iskandar Danubrata mengawali kiprah di PDI Perjuangan dimulai dari Departemen Pemuda dan Olahraga DPP PDI Perjuangan.

Saat ini, alumnus Universitas Parahiyangan Bandung tersebut juga menjabat sebagai Wakil Ketua Taruna Merah Putih (TMP), sayap partai PDI Perjuangan dan pernah menjabat sebagai manager Persib.

Sementara, Sugeng Teguh Santoso saat ini merupakan pengacara senior dan Sekjen DPN Perhimpunan Advokat Indonesia (Peradi). Selain itu, pria lulusan Universitas Indonesia itu juga merupakan pendiri Yayasan Satu Keadila yang memiliki Lembaga Bantuan Hukum (LBH) di beberapa tempat.

Sebagai mantan aktivis, pria yang akrab disapa STS ini juga kerap melakukan pendampingan masyarakat di banyak tempat. Dari segi organisasi.

Selain itu Sugeng bersama Trimedya Panjaitan tercatat sebagai pendiri Serikat Pengacara Indonesia (SPI) dan juga Tim Pembela Demokrasi Indonesia (TPDI) saat meletus kerusuhan dua puluh tujuh juli (kudatuli) yang dialami PDI sebelum bernama PDI Perjuangan pada 1996.

Komentar
Loading...