BogorOne
Akurat dan Terpercaya

HANI 2018, Kemensos : Narkoba Musuh Bersama Dan Berbahaya Untuk Masa Depan Indonesia

0 36

 

BogorOne.com | Ciseeng – Peringatan Hari Anti Narkotika Internasional (HANI) tahun 2018 dipusatkan di Panti Sosial Galih Pakuan, Desa Putat Nutug Kecamatan Ciseeng Kabupaten Bogor, Kamis (02/07/18)

Giat peringatan HANI, dihadiri dan dibuka langsung oleh Menteri Sosial Idrus Marham didampingi beberapa pejabat Kemensos dan instansi lainnya.

Sekitar 650 peserta terutama anggota Karang Taruna, tampak memenuhi gelanggang olah raga yang dimiliki panti sosial yang khusus menangani rehabilitasi para pecandu narkotika, psikotropika dan zat adiktif (Napza) tersebut.

Dalam sambutannya, Direktur Jenderal Rehabilitasi Sosial Kemensos Edi Suharto mengatakan, bahwa panti sosial rehabilitasi penyalahgunaan napza ada sekitar 164 lembaga anti sosial/intsitusi penyelenggara wajib lapor (IPWL) di seluruh Indonesia yang semuanya dibawah pengawasan dan pembinaan Dirjen Rehabsos Kemensos RI.

“Dalam rangka peringatan HANI tahun 2018 ini, 5 dari panti sosial akan menerima ISO 9001. Sebuah pengakuan akreditasi atas pengelolaan yang profesional,” kata Edi.

Panti Sosial tersebut adalah Marsudi Putra Jakarta, Bina Remaja Bambu Apus Jakarta, Ciung Wanara Bogor, Parmadi Putra Galih Pakuan Bogor dan Netra Tamiyang Bekasi.

Dia menjelaskan, saat ini masih banyak tantangan yang harus dihadapi dalam permasalahan penyalahgunaan narkoba.

Menurutnya, hal ini memerlukan upaya terintegrasi dan holistik lintas sektoral. Keberadaan panti sosial rehabilitasi sangat dibutuhkan guna melakukan bimbingan fisik, mental sosial dan keterampilan atau vocational training.

“Panti sosial Galih Pakuan Bogor ini, berdiri tahun 1982 diatas lahan seluas 8 hektar dengan jumlah penghuni 160 orang,” paparnya.

Dalam kegiatan HANI tahun 2018 ini, sambungnya, ratusan peserta yang datang dari berbagai provinsi tersebut mengikuti berbagai kegiatan diantaranya capacity building dan out bond dan lainnya.

“Sebagian besar peserta yang terlibat adalah karang taruna. Makanya kaum muda Indonesia yang diwakili karang taruna akan melakukan deklarasi anti napza,” pungkasnya.

Sementara Menteri Sosial Idrus Marham mengatakan, poin terpenting peringatan HANI tahun 2018 adalah adanya deklarasi anti napza dari generasi muda Indonesia yang diwakili karang taruna.

“Artinya ada komitmen dari generasi muda untuk membentengi diri, keluarga dan lingkungan guna menolak penyalahgunaan Narkoba. Kesejahteraan Indonesia hanya bisa diraih jika tanpa narkoba,” tegasnya.

Mensos berharap, adanya deklarasi generasi muda tersebut segera ditindaklanjuti dengan program – program yang nyata.

Menurutnya Politisi Golkar itu peringatan HANI, merupakan momentum untuk memperkuat keyakinan bahwa napza sangat berbahaya bagi masa depan Indonesia.

“Penyalahgunaan napza akan menjadi beban diri, keluarga, masyarakat dan bangsa serta kemanusiaan,” tandasnya.

Idrus Marham menambahkan, penyalahgunaan narkoba adalah musuh bersama. Untuk melakukan perlawanan terhadap narkoba, lanjutnya, harus ada gerakan rakyat yang kompak dimulai dari pusat sampai daerah.

“Peredaran narkoba sudah memasuki desa-desa. Penyebaran narkoba sudah menyasar anak-anak dan orangtua. Jadi gerakan melawan narkoba adalah harga mati sebagai wujud panggilan pengabdian kemanusiaan,” tegasnya.

Mensos memaparkan, perlawanan terhadap narkoba memerlukan beberapa syarat, diantaranya niat kuat, komitmen, program yang disusun secara komprehensif dan dilaksanakan secara sistematis, dilakukan secara serentak di seluruh Indonesia serta dilakukan secara berkesinambungan.

 

“Selain pencegahan, rehabilitasi sosial pengguna napza juga menjadi masalah yang sangat penting. Hal inipun perlu ditangani secara serius melalui gerakan masyarakat lintas sektoral,” pungkasnya. (Iwan Setiawan)

Komentar
Loading...