BogorOne
Akurat dan Terpercaya

Harga Dollar Tembus Rp14.200, Pengusaha Tahu Tempe Tercekik

0 112

 

BogorOne.com | Parung Panjang -Melemahnya nilai tukar Rupiah terhadap Dolar Amerika Serikat membuat harga sejumlah barang impor ikut naik.

Salah satunya adalah harga kedelai, yang merupakan bahan baku tahu dan tempe. Akibat kenaikan tersebut sejumlah perajin tahu dan tempe di Kampung Lebak Talun Desa Parung Panjang, Kabupaten Bogor mengurangi produksinya. 

Menurut beberapa distributor dan perajin tahu tempe, harga kedelai dalam 4 hari terakhir terus mengalami kenaikan menjelang Ramadahan sampai saat ini.

Ana, salah satu karyawan distributor kedelai ‘Dele Mas’, Parung Panjnag mengatakan harga kedelai impor asal Amerika naik dari semula Rp 7.975 per kilogram menjadi Rp 8.125 per kilogram.

“Harga naik sejak 4 hari lalu. Kenaikan harga terjadi dari semua distributor kedelai yang lebih besar. Kami tinggal ngikut saja,” ujar Ana, yang juga biasa melayani perajin tahu-tempe di sentra produksiKampung Lebak Talun,  Sabtu (26/05/18).

Ana mengaku, saat harga normal, dalam sehari dia bisa menjual 3 ton kedelai ke perajin. Namun, setelah terjadi kenaikan harga, banyak perajin yang mengurangi pembelian kedelai. Selain karena naiknya harga kedelai, juga karena pasar tahu-tempe sedang sepi.

Ungkapan senada disampaikan Suryastuti, pemilik distributor kedelai ‘Nyah Ngemplak’. Dia mengatakan dalam sepekan ini harga kedelai di tingkat distributor menengah naik bertahap.

“Selama sepekan ini setiap hari naik Rp 50. Sekarang harganya Rp 7.900 per kilogram,” ucapnya.

Dia membenarkan naiknya harga kedelai akibat melemahnya nilai Rupiah. Sebab, sebenarnya stok barang cukup banyak. Dia biasa mengambil kedelai impor dari Amerika yang masuk ke Indonesia lewat Semarang.

Meski Dolar tengah menguat, dia memperkirakan harga kedelai impor tidak akan setinggi dulu yang bisa menembus Rp 9.500 per kilogram.

“Sehari kami bisa menjual rata-rata 2,5 ton kedelai impor. Pembeli kebanyakan perajin tahu-tempe yang berjualan di pasar. Ada juga yang dari sentra produksi tahu-tempe,” katanya.

Sementara itu distributor kedelai di Pasar Legok, Tangerang, Santoso mengatakan harga kedelai impor naik dari semula Rp 7.700 per kilogram menjadi Rp 7.900 per kilogram. Kenaikan terjadi sejak nilai tukar Rupiah yang melemah terhadap Dolar Amerika.

“Saya jual kedelai asal Amerika. Tapi pembelian di sini turun sekitar 10 persen. Pasar tahu dan tempe sedang sepi, karena harga kedelai naik,” pungkasnya

Seperti diketahui, nilai tukar rupiah terhadap rupiah semakin tertekan. Kini mata uang Garuda menembus level Rp 14.200 per dollar AS, terlemah sejak Oktober 2015.

Mengutip Bloomberg, Rabu (23/05/2018) pukul 17.00 WIB, nilai tukar rupiah di pasar spot melemah 0,47 persen menjadi Rp 14.209 per dollar AS.

Sementara, situs Bank Indonesia mencatat, kurs Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (Jisdor) terderesiasi 0,09 persen ke level Rp 14.192 per dollar AS. (Iwan) 

Komentar
Loading...