BogorOne
Akurat dan Terpercaya

Heboh!!! Diduga Pungli Ojol, Jukir di Periksa Polisi

0 55

BogorOne | Kota Bogor – Dinas Perhubugan Kota Bogor bantah soal juru parkir yang dituding melalukan pungli ke setiap driver ojek online (ojol) yang mengambil penumpang di kawasan Stasiun KAI Bogor.

Kepala Seksi Perparkiran Dinas Perhubungan (Dishub) Suratman mengaku, ojol tidak pernah ditarik retribusi Rp1.000 saat menarik penumpang, apabila yang bersangkutan tidak memarkirkan kendaraannya.

“Kan disana ada lahan parkir, kalau motor diparkir disitu memang harus bayar retribusi. Jadi tidak benar tuduhan bahwa setiap ngambil satu penumpang ditarik Rp1.000,” kata Suratman, Rabu (20/12/17).

Suratman menegaskan, apabila ada petugas Dishub atau juru parkir melakukan pungli di tempat tersebut kepada ojol, maka pihaknya tak segan – segan untuk melakukan pemecatan.

“Kalau benar tuduhan itu, tentunya yang bersangkutan akan dipecat,” ucapnya.

Menurut dia, akibat viralnya kabar tersebut, hari ini (kemarin, red) juru parkir (jukir) di kawasan tersebut diperiksa oleh polisi. “Memang ada yang dimintai keterangan oleh polisi,” tegasnya.

Suratman menambahkan, jukir yang dipekerjakan oleh Dishub adalah tenaga sukarela yang tidak digaji. Mereka harus menyetorkan pendapatan retribusi ke pemerintah setiap harisnya Rp30 ribu.

Sementara itu, Koordinator Ojol Jalan Mayor Oking, Madun menegaskan bahwa kejadian itu adalah kesalahpahaman dari pengemudi ojek online.

“Orang yang share berita itu di media sosial adalah driver selewat saja, jadi dia tak tahu menahu. Tidak ada pungli di kawasan ini. Memang ada retribusi Rp1.000 tetapi itu khusus untuk mereka yang parkir di lahan yang telah ditetapkan Pemkot,” ungkapnya.

Madun menyatakan bahwa pihaknya sudah melakukan rapat dengan Organda, Dishub, dan ojek pangkalan untuk membahas berita tersebut.

“Kami sudah rembukan, intinya kabar tersebut tidak benar alias hoax. Kita juga sudah bersepakat bahwa takkan ada lagi ojol yang mangkal di depan pintu stasiun hingga Jalan Kapten Muslihat,” katanya.

Terpisah, Kapolsekta Bogor Tengah, Kompol Syaifudin Gayo mengatakan bahwa kasus tersebut sedang didalami oleh pihaknya. “Lagi didalami oleh serse, nanti perkembangannya dikabarin ya,” ujarnya.

Kasua ini bermula dari viralnya postingan i akun Instagram gojek24jam yang menyebutkan bahwa setiap kali ojek online (ojol) menjemput penumpang di Jalan Mayor Oking atau tepatnya di depan pintu keluar parkir mobil Stasiun Bogor dikenakan biaya Rp1.000.

Komentar
Loading...