BogorOne
Akurat dan Terpercaya

Ini Alasan Pilot Eko, Berat Hati Untuk Temui Kedua Anaknya

0 152

BogorOne | Kota Bogor – Pilot maskapai penerbangan nasional Eko PS mengaku merasa berat hati untuk bertemu dengan kedua anak kandungnya, Galih dan Andrea dari hasil pernikahan dengan mantan pramugari Agung Dewi Wulansari.

Gimana nggak sakit hati sambung Eko, waktu ia dimintai keterangan di Polres Depok soal dugaan penelantaran anak, ia baca keterangan anaknya Galih mau memenjarakan dirinya dan Andrea mau melempar muka dia pakai sandal. Menurutnya Itu adalah lembaran negara yang tidak bisa dihapus.

Untuk itu pula kata dia, sewaktu menceraikan Dewi tidak membeberkan alasan yang sebenarnya karena ini merupakan aib untuk Dewi.

“Karena kalau perbuatannya saya beberkan di PA Cibinong, saat nanti anaknya akan membaca dan mengetahui perbuatan ibunya yang sebenarnya kenapa saya gugat cerai, yang menjadi pertimbangan saya saat itu adalah agar anak anak itu tetap hormat kepada ibunya,” kata Eko kepada wartawan 10 April 2018.

Eko menerangkan, selama kasus ini bergulir Dewi selalu menjadikan dua anaknya itu sebagai alat dan selalu dibawa ke mana-mana untuk menjelek-jelekan dan membunuh karakter Eko.

Apakah dia ingin menghancurkan karier dan kehidupan dirinya?. Diakuinya, mereka (Dewi-red) selalu menceritakan dan memfitnah dia kemana-mana seolah-olah Eko ini tidak ada bagus-bagusnya sebagai manusia.

Padahal sambung dia, justru terbalik, ia memiliki bukti tertulis yang notarial saksi dari saudara suami Dewi yang sekarang Erwin Sangari yang menyatakan antara Ayu dan Dewi bersengkongkol ingin menghancurkan dirinya dengan sebutan kabinet mantan bersatu.

Diakuinya, bukti tersebut menjadi salah satu bukti yang meringankan saat dirinya diproses di Polres Depok.

“Akhirnya, laporan Dewi soal dugaan penelantaran anak di Polres Depok di-SP3. Lalu anehnya dalam laporan tersebut si Ayu Basir Nurdin jadi saksi Dewi, aneh kan?” tutur Eko.

Dari pengakuan saudara dari suami Dewi saat ini bernama Erwin Sangari, Eko mendapatkan informasi bahwa saat Dewi melapor ke KPAI dengan tuduhan menelantarkan anak ternyata Dewi membuat skenario dengan cara memarkir mobilnya di RSUD Pasar Rebo.

“Setelah itu Dewi mengganti baju dua anak itu dengan pakaian lusuh untuk melapor ke Arist Merdeka Sirait, yang mengejutkan lagi hal tersebut dibenarkan oleh sekretarisnya Pak Arist. Dewi terbukti memanipulasi kondisi anak saya yang sebenarnya,” ungkap Eko.

Eko juga mengungkapkan bahwa selama ini nafkah untuk Andrea dan Galih sudah dipenuhi dengan dipotong gaji setiap bulan sebesar Rp 6 juta sejak 2013 hingga hari ini.

Sementara soal gugatan nafkah di tahun 2002 hingga 2013, Eko mengaku bahwa sebenarnya kasus dugaan penelantaran anak tersebut di Polres Depok sudah dihentikan proses penyidikannya karena tidak memenuhi unsur dugaan penelantaran anak.

Pilot senior ini menambahkan bahwa sepanjang 2002-2008 setelah bercerai dengan Dewi, Eko menikah dengan Ayu Basir Nurdin karena pendekatan dari pengacaranya Puspa Sari Dewi SH Mkn yang juga kakak kandung Ayu Basir Nurdin. Selama pernikahan itu, Eko sering bertemu dengan Galih dan Andrea ke rumahnya di Limo dan Alam Sutra.

Tidak hanya nafkah yang Eko berikan kepada mereka berdua, tetapi juga biaya kesehatan dan pendidikan tetap diberikan. Eko mengaku kehidupannya normal seperti layaknya keluarga, karena anak tetap bisa bertemu. Bahkan  saat itu dia menyuapi, memandikan dan mengajak jalan-jalan mereka.

“Ya seperti keluarga normal pada umumnya bersama anak saya sendiri. Saya justru kaget setelah saya bercerai dengan Ayu malah ada laporan polisi dengan tuduhan saya menelantarkan anak saya. Ini sangat aneh,” ungkap Eko sambil menahan emosinya.

Di sisi lain, bahwa setelah Dewi menikah dengan Erwin Sangari sewajarnya pertanggunganjawaban atas Galih dan Andrea dibagi bersama dengan Erwin sebagai ayah sambungnya, semenjak Dewi menikah secara Nasrani dengan Erwin. Sejak itu Andrea dan Galih mengalami perubahan sikap dan perilaku kepada Eko.

“Dan setelah saya bercerai dengan Dewi saya menikah dengan Ayu. Harusnya gugatan hak nafkah anak dan jaminan sitaan rumah itu bukan dari pernikahan saya dengan Tina, tapi harusnya saat saya bersama Ayu. Pekerjaan saya sebagai penerbang sering membuat saya tidak ada di rumah maka seluruh kepengurusan rumahtangga saya serahkan semuanya kepada Ayu, termasuk memberikan nafkah kepada anak-anak saya,” kata Eko.

Eko juga merasa persekongkolan antara Dewi dan Sri Rahayu Kuswatiningsih alias Ayu Basir Nurdin untuk merongrong dirinya terus dilakukan karena setiap ada laporan polisi dan ke pengadilan yang dilakukan Dewi.

“Saksi yang disodorkan selalu Ayu Basir Nurdin. Padahal harusnya Ayu yang membayarkan nafkah Galih dan Andrea karena semua gajinya selalu diserahkan dan dikelola oleh Ayu Basir Nurdin,” ujar dia.

“Ayu itu otaknya dan di belakang Ayu ada kakaknya yang dulu menjadi pengacara saya,” tambahnya.

Terpisah, Dewi membantah bahwa kedua anaknya memberi keterangan yang menyakitkan hati ayahnya dalam laporan polisi.

“Nggak ada itu mas. Itu karangan Eko saja karena dia nggak mau menafkahi anaknya sendiri. Kalau memang begitu mana bukti BAP nya,” kata Dewi kepada wartawan, sebelum bersidang di PA Cibinong, Selasa 3 April 2018.

Dewi tetap bersikukuh bahwa nafkah Galih dan Andrea sejak 2002-2013 belum diberikan meski dirinya mengakui sudah menikah dengan Erwin secara Kristen di rentang tahun tersebut. Dewi juga mengakui bahwa dirinya telah menerima nafkah dari gaji Eko yang dipotong oleh perusahaan sebesar Rp 6 juta per bulan sejak 2013 hingga hari ini.

“Kalau nafkah anak dari 2013 memang sudah dipotong dan saya terima. Itu sih nggak masalah, yang jadi masalah adalah nafkah sejak 2002-2013 yang belum ada sesuai putusan penetapan di PA Cibinong,” kata Dewi.

Dewi menolak memberi keterangan saat dikonfirmasi soal permintaan nafkah kepada Ayu dalam rentang tahun 2002-2013. “Kalau yang itu saya nggak mau komentar,” ucapnya.

Sementara Ayu Basir Nurdin yang ditemui wartawan bersama dengan Dewi Wulansari, menolak namanya dikutip sebagai bahan keterangan pemberitaan.

Padahal keterangan Ayu yang sebenarnya adalah keterangan kunci yang dapat membuat kasus ini menjadi terang benderang. Justru sebaliknya Ayu malah ingin melaporkan wartawan yang menulis nama dirinya di setiap berita yang diturunkan.

“Saya laporkan ke Polda Metro Jaya karena anda sudah merugikan saya,” kata Ayu melalui pesan sosial media kepada wartawan. Ancaman itu juga dilontarkan Ayu kepada wartawan lain yang terdeteksi telah menyebut namanya dalam berita.

Komentar
Loading...