BogorOne
Akurat dan Terpercaya

Ini Cara Asik Bima-Dedie Mendata Permasalahan di Kota Bogor

0 73

BogorOne | Kota Bogor – Jadwal kampanye di Bogor Tengah dimanfaatkan pasangan calon Walikota dan Wakil Walikota Bogor nomor urut 3, Bima Arya – Dedie Rachim bergerilya bersama runners, Jumat (16/03/18).

Dalam kesempatan itu, bima bersama puluhan pelari melintasi sejumlah fasilitas publik, mulai dari pedestrian, pasar, stasiun Bogor, hinggakeluar masuk gang.

Kegiatan yang dimulai pada pukul 06:30 WIB dengan titik start Saung Badra itu dimulai dengan melintasi Jalan Raya Pajajaran menuju Pintu 3 Kebun Raya Bogor.

Para pelari diajak untuk menikmati pedestrian seputaran Istana Bogor yang nyaman dan lebar, termasuk etalase Kota Bogor Lawang Salapan.

Aktivitas olahraga pagi rutin itu dilanjutkan ke arah Mall BTM, Bojong Neros, Kebon Manggis hingga tembus ke kawasan Paledang.

Bima dan rombongan kemudian melintasi Jembatan Penyeberangan Orang (JPO) yang sempat tidak terpakai lalu diaktifkan lagi pada periode kepimpinan Bima Arya sebelumnya untuk mengurai kemacetan di kawasan Stasiun Bogor.

Bima sempat berbincang dengan warga yang rutin menggunakan jasa angkutan Commuterline. Warga berharap agar ada penyempurnaan pada JPO tersebut untuk mempermudah akses warga menuju stasiun.

“Kawasan Stasiun Bogor menjadi salah satu prioritas kami. Kami akan terus benahi. Masukan warga kami tampung dan menjadi bahan kajian. Termasuk tadi ada usul agar JPO-nya menggunakan escalator supaya mempermudah akses penumpang ke stasiun. Harus ada koordinasi juga dengan PT KAI,” jawab Bima.

Gerilya dengan berlari kembali dilanjutkan melewati Jalan Nyi Raja Permas. Di kawasan tersebut terlihat ketertiban dan kebersihannya sudah mulai terjaga. Kemudian rombongan pelari melintasi kawasan Pasar Anyar.

Menurut Bima, pasar tradisional merupakan wahana pertemuan sosial budaya, ekonomi, bagi warga, dengan pertumbuhan pasar modern saat ini pasar tradisional perlu dukungan dari pemerintah dalam bidang fisik karena memiliki peran penting sebagai penggerak roda perekonomian di daerah.

Pasar-pasar tradisional di Kota Bogor kata dia, akan didorong agar mampu berkompetisi. Karena pada pasar tradisional semua pedagang adalah pengusaha.

“Sehingga dengan makin banyaknya pedagang tentu akan membuka lebar lapangan usaha bagi masyarakat. Maka dari itu, revitalisasi pasar tradisional jadi konsern kami juga. Disini nanti tidak hanya Blok F, tapi Blok G juga akan direvitalisasi. Pasar lain juga akan ditata,” jelas Bima.

Gerilya bareng runners kemudian dilanjutkan melintasi kawasan Ardio, Air Mancur dan Kampung Rambutan dan finish di Lapangan Sempur. Bima juga menyempatkan mengikuti senam bersama puluhan kaum ibu.

Ia juga tampak bercengkerama dengan orangtua serta para Anak Berkebutuhan Khusus (ABK) yang meminta untuk foto bersama.

Diakuinya, sudah sekitar satu bulan mengikuti masa kampanye dan cukup menyenangkan. Konsep bergerilya tersebit langsung mendatangi dan menghampiri warga, ada gerilya jalan kaki, ada gerilya lari.

“Hari ini lari. Jadi tadi sekitar 7-8 kilometer berlari menyapa warga, masuk ke pelosok, ke gang-gang di Bogor Tengah. Menurut saya ini menyenangkan bisa melihat dan mendengarkan langsung aspirasi warga di saat mereka bangun dan aktivitas pagi,” pungkasnya.*

Komentar
Loading...