BogorOne
Akurat dan Terpercaya

Jadi Tempat Prostitusi, Izin Apartemen Bogor Valley Terancam Dicabut

0 72

 

BogorOne.com | Kota Bogor – Kasus penggerebekan pesta seks para ABD oleh warga di Apartemen Bogor Valley berbuntut panjang, dengan dijadikan ajang tempat prostitusi Satpol PP ancam cabut izin apartemen.

Kabid Gakperda Satpol PP Kota Bogor Danny Suhendar mengatakan, Perda yang dilanggar ABV adalah Perda 8 tahun 2006, pasal 18 ayat 1 sampai 3 tentang ketertiban umum, karena itu pengelola ABV dipanggil penyidik Satpol PP pada awal September 2018 ini

“Untuk ABV bisa kena teguran berat sampai dengan pencabutan izin usaha karena apartemen telah digunakan ajang prostitusi atau maksiat,” tegasnya.

Sementara itu Wali Kota Bogor Bima Arya mengatakan, pihaknya segera mengevaluasi semua apartemen, bukan hanya ABV tapi semua pengelolaan apartemen.

Menurutnya, pengawasan apartemen juta tidak secara sendiri-sendiri harus diawasi bersama-sama semua unsur, terutama masyarakat.

“Dengan pihak kepolisian sendiri kami komunikasi terus-menerus. Akan diawasi bersama semua apartemen,” jelas Bima

Sementara Anggota Komisi 1 DPRD Kota Bogor, Jena Mutaqin mengatakan, pasca terjadinya penggerebekan prostitusi online dan pesta seks di ABV, pihaknya segera menggelar rapat agenda-agenda komisi 1 dalam waktu dekat.

“Dikarenakan terungkap adanya pesta seks remaja di ABV, kami sudah sepakati dengan ketua komisi 1 akan segera memanggil pihak ABV untuk didalami kejadian adanya prostitusi online juga pesta seks itu,” kata Politisi Gerindra itu Minggu, (03/09/18)

Jenal melanjutkan, dirinya juga bingung kenapa remaja bisa menyewa apartemen hingga mempromosikan prostitusi online hingga kedapatan tengah melakukan pesta seks.

“Kami akan dalami alur bagaimana penyewaan dan pengawasan pihak ABV. Karena seharusnya pengawasan lebih diperketat untuk remaja, kalau bisa dilihat KTPnya dahulu kalau akan menyewa apartemen,” tambahnya.

Jenal juga sepakat dengan Satpol PP Kota Bogor pihak ABV telah melanggar Perda 8 tahun 2006, pasal 18 ayat 1 sampai 3 tentang ketertiban umum, dikarenakan prostitusi online ataupun pesta seks itu sudah meresahkan warga.

“Dilihat dahulu dan didalami pelanggarannya, melihat kasus ini sudah pelanggaran berat dan sanksinya akan ditentukan nanti setelah mendapat keterangan pihak ABV,” tuturnya. (As)

Komentar
Loading...