BogorOne
Akurat dan Terpercaya

Kaum Buruh Minta Bima-Dedie Matangkan Perda Ketenagakerjaan di 2019-2024

0 58

 

BogorOne | Kota Bogor – Hari Buruh Internasional atau May Day yang diperingati setiap 1 Mei menjadi moment bagi buruh untuk menyuarakan keinginan mereka ke pemerintah.

Biasanya para buruh dari sejumlah daerah akan melakukan aksi unjuk rasa damai ke Ibukota Negara. Mayoritas mereka menuntut kesejahteraan bagi kaum buruh, seperti upah yang layak atau berbagai hal lainnya.

Tahun 2017 lalu, Upah Minimum Kabupaten/Kota (UMK) Provinsi Jawa Barat Tahun 2018 sudah resmi ditetapkan oleh Gubernur Jawa Barat Ahmad Heryawan (Aher) melalui Surat Keputusan Gubernur Jawa Barat Nomor: 561/Kep.1065-Yangbangsos/2017.

Nah, UMK di Kota Bogor sendiri naik 8,1 persen yang sebelumnya Rp3.272.143 menjadi Rp3.557.146. Kenaikan tersebut atas adanya tuntutan dari para buruh kepada pemangku kebijakan, yakni Bima Arya kala masih menjalani aktivitasnya sebagai Walikota Bogor.

Upaya pemerintah kala itu rupanya mendapat apresiasi di kalangan serikat buruh. Pada momen May Day kali ini, Ketua DPC Serikat Pekerja Nasional (SPN) Kota Bogor, Budi Mudrika menuturkan bawha di masa kepemimpinan Bima Arya dalam mengupayakan kesejahteraan buruh sudah terbukti.

Oleh karena itu ia ingin Bima terpilih kembali di ajang kontestasi Pilkada Kota Bogore ini. “Saya yakin kalau Kang Bima perduli terhadap buruh. Isnya Allah beliau terpilih lagi. Mudah-mudahan di periode yang kedua nanti bisa lebih pro terhadap buruh. Terutama di sektor industri yang sedikit dan menyerap lapangan kerja dan yang banyak bisa lebih di pertahankan,” ungkap Budi saat dihubungi Senin (30/04/18) petang.

Budi, bersama rekan serikat buruh lainnya berharap ketika Bima Arya terpilih kembali, ia menginginkan adanya payung hukum tetap yang dapat melindungi hak-hak serta kesejahteraan buruh.

“Yang kedua saya berharap kepada Kang Bima agar segera menyempurnakan Perda Ketenagakerjaan di Kota Bogor, supaya buruhnya terlindungi,” tandasnya.

Selain Budi, harapan yang sama juga juga diungkapkan Roy Sandi. Salah seorang mahasiswa yang harus membagi waktunya bekerja di perusahaan provider itu pun berharap agar pasangan Bima – Dedie 5 tahun kedepan dapat menjamin kesejahteraan buruh.

“Saya sih cuma ingin kami kami ini terjamin dari sisi keaehatannya, pendidikannya, dan hal-hal lain menyangkut dengan keluarga yang kita tinggalin di rumah. Jadi bukan hanya soal upah,” kata dia.

Dengan begitu, Ia berharap figur pemimpin seperti Bima – Dedie yang pro terhadap buruh itu diperlukan. Sebab, kata dia, hingga saat ini masih ada industri-industri yang mengesampingkan hak buruh.

“Masih banyak industri-industri yang belum memenuhi kewajiban hak buruh. Saya harap Kang Bima dan Kang Dedie kedepannya bisa menegakan hal itu,” tegasnya.*

Komentar
Loading...