BogorOne
Akurat dan Terpercaya

Kebakaran Di Cisarua Renggut Nyawa 3 Balita

0 45

BogorOne.com | Kota Bogor – Kebakaran yang terjadi di Kampung Cibeureum, Desa Batulayang, Kecamatan Cisarua, Kabupaten Bogor, Rabu (12/09/18) sekitar pukul 12.30 WIB, menewaskan 3 balita.

Dikonfirmasi, Kasubag Humas Polres Bogor AKP Ita Puspitalena membenarkan insiden tersebut,  ia mengaku pihaknya belum bisa menyimpulkan penyebab kebakaran karena masih melakukan penyelidikan.

“Benar ada korban tewas, warga dan petugas sudah mengevakuasi korban ke rumah sakit. Saat ini penyebab kebakaran masih diselidiki,” kata Ita.

Dari informasi yang di himpun, 3 balita yang menjadi korban adalah Rani (4), Sopiana Putri (3), dan Lintang (3,5). Dan ketiganya diketahui masih bersaudara.

Mumuh (50) orang tua Rani (4), balita yang menjadi korban mengatakan, saat terjadi kebakaran, dirinya sedang bekerja dan mendapat kabar peristiwa tersebut dari salah satu keluarganya.

“Iya saya lagi kerja, ada kabar dari keluarga katanya ada kebakaran, dan anak saya kena kebakaran,” kata Mumuh saat ditemui di RSUD Ciawi.

Usai mendengar kabar memilukan tersebut, Mumuh langsung bergegas pergi menuju rumah sakit untuk mengetahui kondisi anaknya. Namun sayang putri tercintanya sudah meninggal dunia

“Yang jadi korban tiga orang, salah satunya anak saya, tadi sempat ke Rumah Sakit Cibeureum terus di bawa ke RSUD Ciawi sudah meninggal, sekarang sudah ada diruang autopsi,” ujarnya.

Pria warga Kampung Sampah itu menceritakan, saat terjadi kebakaran, anaknya sedang bermain di rumah pamannya.

“Dari pagi pada main di rumah pamannya, iya kejadiannya bukan di rumah saya dan anak-anak yang jadi korban bukan kakak adik, tapi saudaraan,” jelasnya.

Ia juga mengaku, sejauh ibu belum mengetahui pasti penyebab kebakaran yang menewaskan anaknya itu.

“Enggak tau kejadiannya seperti apa dan penyebabnya apa, cuma dengar katanya lagi main korek di kamar,” ucapnya.

Mumuh menuturkan, bahwa dirinya terakhir bertemu dengan buah hatinya itu dua hari sebelum kejadian.

“Iya saya kan sudah pisah dengan ibunya, Rani tinggal dengan neneknya dan ibunya, saya terakhir ketemu itu dua hari sebelum kejadian, waktu kejadian itu bukan di rumaj Rani tapi di rumah pamannya,” katanya.

Bahkan, ia mengaku tidak ada firasat apapun yang dirasakannya tentang kejadian tersebut.
Namun selama dua hari setelah terakhir bertemu Rani, pria paruh baya itu merasa susah tidur.

“Dua hari setelah ketemu Rani, saya enggak bisa tidur, enggak tau kenapa kaya ada yang kepikiran gitu,” ucapnya. (Ndi)

Komentar
Loading...