BogorOne
Akurat dan Terpercaya

Keberhasilan Nanang Di Baranangsiang dan Puji Kepemimpinan Bima Arya

0 72

BogorOne | Kota Bogor – Jerih payah Nanang (48) tak sia-sia. Pria yang berprofesi sebagai pedagang asongan di Terminal Baranangsiang, Kota Bogor, itu berhasil menyekolahkan keempat anaknya hingga mendapatkan pekerjaan yang layak.

Semangatnya dalam mencari rejeki begitu menggebu, ia terus berupaya demi membahagiakan keluarga. Walau harus meneteskan peluh dari pagi hingga malam, Nanang tak merasa lelah.

Ada penguatan yang ia dapatkan berupa senyuman anak istrinya saat dirinya pulang. Merasa benar-benar menjadi lelaki yang sangat berarti bagi anak istrinya.

Rupiah demi rupiah yang ia dapatkan dari berdagang asongan tentu sangat tidak cukup untuk menghidupi keempat anaknya. Baginya dalam menjalankan profesinya itu bukan sekedar mencari uang, melainkan sebagai bentuk ikhtiar dan rasa syukurnya kepada Sang Maha Segala-Nya.

“Yang penting ada tempat untuk berjualan saja sudah Alahmdulillah. Urusan rejeki sudah ada yang mengatur,” ungkap Nanang di Terminal Baranangsiang, Rabu (21/03/18).

Nanang mengaku tak pernah berhenti bersyukur. Ia berterimakasih juga kepada Bima Arya Sugiarto karena dalam kepemimpinan di periode sebelumnya, Nanang bisa berjualan dengan tenang di Terminal Baranangsiang di tengah problematikan revitalisasi terminal yang tidak pro rakyat.

Sebetulnya kata Nanang, dulu saat gonjang-ganjing terminal anak saya masih pada sekolah. Ia sempat khawatir tidak bisa mencari nafkah lagi di sini.

“Alhamdulillah ada kebijakan-kebijakan Pak Bima selama ini sehingga terminal masih tetap berdiri sampai saat ini dan sampai anak saya lulus. Bahkan, sekarang sudah mendapatkan pekerjaan. Ini berkat perjuangan panjang Pak Bima. Alhamdulillah,” cerita Nanang yang mengaku sudah berdagang di Terminal Baranangsiang sejak 1991.

Nanang mengaku tak bisa membalas kebaikan Bima Arya Sugiarto selain mendoakan agar tetap amanah dan selalu dekat dengan rakyat kecil.

“Mudah-mudahan kebijakan Pak Bima selalu menjadi amal kebaikan. Saya titip mudah-mudahan terpilih dan berkah,” ujar warga Kampung Buntar, Muarasari, Bogor Selatan itu.

Sementara itu, aktivitas kampanye pasangan calon nomor urut 3, Bima Arya – Dedie Rachim di kawasan Bogor Timur dan Bogor Tengah dimanfaatkan dengan bergerilya bersama Badra Runners, Rabu (21/03/18).

Mengambil titik start di Saung Badra Jalan Pangrango, Bima Arya bersama runners menyusuri setiap perkampungan dari gang ke gang.

Sejumlah warga yang menjumpai Bima di jalan, memanfaatkan momen tersebut untuk menyalurkan aspirasinya hingga berswafoto. Rombongan melintasi pemukiman padat penduduk di kawasan Cilibende, Bogor Baru dan Malabar. Para pelari juga diajak Bima Arya menikmati pedestrian hingga etalase eksotis Kota Bogor, yakni Tugu Kujang dan Lawang Salapan.

Kemudian, Badra Runners diajak untuk melintasi Jalan Bangka, Jalan Riau dan Terminal Baranangsiang. Saat memasuki kawasan terminal, Bima Arya terlihat disambut cukup hangat oleh para sopir angkutan, pedagang dan sejumlah warga lainnya yang beraktivitas di sana.

Hingga akhirnya langkah Bima Arya terhenti saat disapa oleh Ketua Komunitas Pengurus Terminal Baranangsiang (KPTB), Teddy Irawan beserta sejumlah pengurus KPTB lainnya. Bima pun langsung menyalami satu per satu yang hadir.

Kemudian, Teddy mengajak Bima Arya untuk berbincang sekaligus sekedar melepas lelah setelah 6 kilometer berlari. Selain disuguhkan air mineral, rombongan juga dihidangkan aneka gorengan, ketan dan jajanan lain khas terminal.

“Alhamdulillah. Kami merasa terhormat dilintasi seorang walikota petahana di pagi ini. Segala sesuatunya tidak ada yang kebetulan, mungkin ini sudah takdir Allah,” ucap Teddy, diamini oleh pengurus dan anggota lainnya.

Lebih jauh, Teddy juga sempat menyinggung soal masa depan Terminal Baranangsiang ke depannya. Jadi pihanya berkomitmen untuk memilih pemimpin yang berani datang ke sini, berdiskusi dengan warga terkait arah terminal.

“Yang pasti kami melihat pemaparan yang disampaikan Kang Bima beberapa waktu lalu di debat terbuka bersama empat paslon lain. Kang Bima kami nilai lebih condong membela hak-hak masyarakat dan rasional,” jelasnya.

Teddy juga mengapresiasi adanya niat baik Bima Arya yang melibatkan warga terminal dalam pembangunan terminal ke depannya. Jangan sampai fungsi terminal berubah dan hak-hak warga kecil terancam.

“Yang saya ambil dari pembicaraan dengan Kang Bima adalah konteks ke depan, di mana pelibatan dari teman-teman untuk merumuskan konsep pembangunan terminal nantinya. Ini penting. Partisipasi publik. Kita harap ada win-win solution yang tidak merugikan pemerintah, apalagi rakyat. Tinggal bagaimana formatnya ke depan yang dibicarakan,” pungkasnya. *

Komentar
Loading...