BogorOne
Akurat dan Terpercaya

Kekeringan, Warga Tenjo Minta Pemkab Bogor Turun Tangan

0 72

 

BogorOne.com | Tenjo – Dampak kemarau di wilayah Bogor dalam dua bulan terakhir terus meluas. Akibatnya beberapa desa di Kabupaten mengalami kekeringan dan krisis air bersih seperti yang terjadi di Kampung Babakan, Desa Tapos, Kecamatan Tenjo, Kabupaten Bogor, Kamis (16/08/18).

Puluhan warga di kampung tersebut terpaksa setiap hari harus rela antre untuk membeli air bersih yang dijual salah seorang pedagang air keliling dengan menggunakan toren yang diangkut melalui pick up atau mobil bak terbuka.

“Saya beli Rp5 ribu untuk tiga jerigen ukuran 5 liter,” kata Nuryanah salah seorang warga.

Warga mengaku sudah dua bulan mengalami kekeringan. Bahkan sumur mereka tak lagi terisi air. Meskipun ada, kata Nuryanah hanya sedikit dan kotor.

“Ada dua bulan kali mah, pokonya pas abis lebaran aja sampe sekarang,” lanjutnya.

Ia berharap pemerintah Kabupaten Bogor melalui pemerintahan wilayah setempat segera turun tangan mengatasi persoalan ini. Karena warga mengaku kesulitan untuk kebutuhan memasak dan MCK.

Sementara pedagang air bersih keliling, Ismet menuturkan pihaknya mendapatkan air tersebut dengan cara membeli di sebuah kali seharga Rp40 ribu per toren. Air tersebut kemudian dilakukan proses penjernihan sebelum akhirnya dipasarkan.

“Saya beli dari kali, terus dijernihkan dan dijual keliling,” ujarnya.

Disinggung soal keuntungan yang didapat dari hasil penjualan airnya, Ismet mengaku hanya memperoleh keuntungan bersih sebesar Rp15 ribu ter roren. Dalam satu hari, mulai dari pagi hingga jelang malam, ia bisa menghabiskan sedikitnya 10 toren.

“Ya kecil banget, beraihnya palinh Rp15 ribu per toren. Saya niatnya sekalian bantu warga karena kasihan susah dapetin air bersih,” pungkasnya. (Iwan Setiawan)

Komentar
Loading...