BogorOne
Akurat dan Terpercaya

Keluarkan IMB Hotel di Eks Bostinco, DPMPTSP Dipertanyakan.

0 30

 

BogorOne.com | Kota Bogor – Meski, Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) telah menerbitkan Izin Mendirikan Bangunan (IMB), namun rencana pembangunan hotel di atas lahan eks PT Bostinco, Jalan Pahlawan itu kembali mendapat sorotan.

Bahkan DPRD mempertanyakan apa yang menjadi dasar Dinas Penanaman Modal Perizinan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) menerbitan izin tersebut, sebab dari Perda Nomor 8 Tahun 2011, status Jalan Pahlawan masih jalan kolektor artinya tidak boleh untuk dibangun hotel.

“Mengapa pemerintah dalam hal ini DPMPTSP menerbitkan IMB atas pembangunan hotel tersebut,” tanya Anggota DPRD dari Dapil Bogor Selatan Yus Ruswandi, Senin (16/07/18).

Kalau mau dikeluarkan izinnya lanjut Politisi Golkar itu, maka status jalan harus berubah. Sebab, di Perda 8 2011, hotel harus berada di jalan arteri sekunder, jadi bukan di Jalan Pahlawan, tapi harus di jalan regional.

“Kalau mengacu sama perda, yang bisa dibangun di kawasan itu hanya ruko atau klinik,” ujarnya.

Yus menegaskan, agar bisa mengembangkan perokonomian di kawasan Jalan Pahlawan, mau tak mau Pemkot terlebih dahulu harus merevisi Perda tersebut.

“Makanya saya mempertanyakan, mengapa mengeluarkan IMB, dasarnya apa. Kan status jalannya masi kolektor. Bappeda dan Badan Koordinasi Penataan Ruang Daerah (BKPRD) harus mengkaji ulang,” tegasnya.

Masih kata Yus, apabila terjadi pelanggaran, pejabat berwenang yang mengeluarkan izin di luar ketentuan tata ruang dapat dipidana lima tahun penjara dan denda Rp 500 juta.

“Jadi pejabatnya yang harus tanggung jawab. Saya pernah diundang public hearing pertama, dan pernah disampaikan hal itu. Kenapa sekarang koq keluar izin padahal perda belum direvisi, nggak ngerti saya,” ungkapnya.

Sementara itu, Kepala Bidang Pemanfaatan Ruang dan Perizinan pada DPMPTSP, Rudi Mashudi menyatakan bahwa IMB telah diterbitkan pada 9 November 2017 atas nama PF Atma Jaya dengan nomor IMB 640-886-DPMPTSP-XI/2017.

“Kami terbitkan izin karena sudah lengkap dokumen administrasi termasuk amdal dan amdal lalin. Tapi sampai sekarang belum ada nama hotelnya apa,” ucapnya.

Rudi menegaskan bahwa kawasa  tersebut masuk ke dalam kawasan  jasa dan perdagangan. “Jadi untuk jasa akomodasi seperti hotel bisa,” katanya.

Terpisah, Kepala Bidang Fisik pada Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda), Sonny Rijadi mengatakan, apabila melihat dari peta Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW), kawasan Jalan Pahlawan masuk dalam zona perdagangan dan jasa. “Tapi kalau untuk detail apakah kawasan itu masuk tipe apa. Kami belum tahu karena belum ada Rencana Detail Tata Ruang (RDTR),” jelasnya.

Seharusnya, kata Sonny, yang harus menjadi dasar diterbitkannya izin adalah RDTR, dan RTRW bukanlah pedoman perizinan. “Makanya karena RDTR belum ada, DPMPTSP memiliki tim teknis untuk membahas perizinan, dari mulai IPPT,” ucapnya.

Lebih lanjut, kata dia, untuk menjembatani RTRW tak sampai menjadi dasar IMB. Pemkot Bogor mempunya Peraturan Walikota (Perwali) Nomor 40 Tahun 2017 Tentang Pedoman Teknis Pengendalian Pemanfaatan Ruang Dalam Rangka Pendirian Bangunan di Kota Bogor. (As)

Komentar
Loading...