BogorOne
Akurat dan Terpercaya

Kenali Jati Diri, DK3B Ajak Anak Now Lestarikan Sastra Sunda

0 38

 

BogorOne.com | Kota Bogor – Untuk mengembalikan jati diri serta melestarikan seni dan budaya Sunda di tengah deraan era globalisasi, Dewan Kesenian dan Kebudayaan Kota Bogor (DK3B) mengadakan saresehan bertajuk “Ngaguar Sastra Sunda”, di ruang Paseban Sri Baduga Balaikota Bogor, Minggu 27 Mei 2018.

Ketua Pelaksana Sarasehan, Galih Aria Putra mengatakan, bahwa kegiatan ini bentuk kepedulian DK3B terhadap jatidiri Sunda, mengingat belum semua orang Sunda khususnya Kota Bogor memahami tentang keberadaan bahasa induknya, terlebih lagi berkaitan dengan sastra Sunda.

“Kegiatan ini bertujuan untuk kembali membuka pemahaman bagi masyarakat sunda tentang pentingnya mempertahan jatidiri ditengah derasnya pengaruh budaya kekinian,” kata Galih.

Pria yang yang menduduki jabatan Ketua Komisi Sastra di DK3B itu menjelaskan, jatidiri atau asal-usul ki sunda sangat penting dipahami oleh masyarakat sunda sendiri.

“Karena dengan begitu akan timbul rasa untuk menghargai dan mencintai budayanya. Sehingga jatidiri ini bisa menjadi benteng sekaligus penyaring derasnya budaya luar,” ujarnya.

“Itulah pentingnya orang Sunda memahami, mengetahui terlebih memiliki jatidirinya,” tambah Galih

Sementara Ketua Harian DK3B, Arifin Himawan mengatakan, sarasehan Ngaguar Sastra Sunda (mengupas Sastra Sunda) ini sebagai upaya DK3B untuk membangkitkan kembali semangat dalam melestarikan budaya Sunda dalam bentuk sastra kepada generasi muda.

“Kita melihat dan sangat prihatin banyak anak-anak muda zaman now ini sudah melupakan akan budaya lokal. Dan melalui sarasehan ini diharapkan nanti bisa ditularkan oleh guru-guru di sekolah sekolah khususnya di Kota Bogor tentang budaya Sunda,” ungkapnya.

Ahim sapaan akrabnya lanjut mengemukakan, sejalan dengan ini pihaknya juga mendorong Dinas Pendidikan untuk tenaga pendidik khusus budaya Sunda. Sehingga siapapun nanti yang menimba ilmu di sekolah bisa mengetahui tentang budaya lokal Kota Bogor.

“Dan rencananya kita ada buku tentang sastra Sunda yang akan dibagikan ke dinas, dan kalau memadai akan dibagikan juga ke sekolah sekolah,” tandasnya.

Kegiatan tersebut diikuti oleh para budayawan, sastrawan dan para guru di Kota Bogor. Hadir dua pembicara yakni Djasepudin dan Deden Abdul Aziz dalam sarasehan yang berlangsung. (As)

Komentar
Loading...