BogorOne
Akurat dan Terpercaya

KNPI : Persoalan Belum Selesai Jangan Launching, Itu Harga Mati.

0 72

BogorOne.com | Kota Bogor – Untuk yang kedua kalinya, DPD KNPI diundang menghadiri audiensi oleh jajaran Pemkot Bogor dan Pihak Transmart untuk membahas berbagai permasalahan yang belum selesai, sementara Tranamart terus dikejar waktu untuk segera launching.

Namun, prinsip KNPI yang disampaikan depan forum tetap, organisasi pemuda itu tidak menghalang-halangi transmart untuk buka, asal segala permasalahan yakni soal lingkungan dan masyarakat diselesaikan terlebuh dahulu.

Wakil Ketua Bidang Perencanaan Pembangunan dan Infrastruktur DPD KNPI Kota Bogor, Rikardo Hermes Batlolone pihaknya menunggu kerja nyata pemkot  menindak pelanggar dalam penebangan pohon di Tranamart Yasmin, seperti halnya sikap pemkot pada pembangunan masjid yang begitu cepat dan tanggap dalam memberikan sanksi.

“Sampai saat ini kami tunggu peran pemkot dalam memberikan sanksi kepada pelaku pelanggaran dalam proses penebangan pohon yang jeles-jelas ilegal karena belum dapat izinnya, karena penebangan pohon ini kejahatan terhadap lingkungan dan tentunya masyarakat jadi korbannya,” tegasnya.

Selain itu, persoalan lainnya adalah yang siaspirasikan tokoh masyarakat setempat Abuzar, ada limbah di buang sembarangan itu lagi-lagi yang akan jadi korban adalah masyarakat.

“Lalu 17 rekomendasi BPTJ dan 10 rekomendasi Dishub sudah sejauh mana, disini Transmart jangan mementingkan kepentingan sendiri yang penting asal buka saja, tapi perhatikan juga akibat yang akan ditimbulkan berdampak terhadap masyarakat luas,” jelasnya.

Ditempat yang sama Wakil Ketua Bidang Lingkungan Hidup dan Pertanian, DPD KNPI Kota Bogor, Muhamad Sufi mempertanyakan, soal penebangan pohon yang proses penanganan hukumnya inkrah. “Buat Satpol PP ini prosesnya sejauh mana,” tanya Sufi.

Sufi juga meminta pihak Disperumkim membuka depan forum siapa yang mebebang pohon dan siapa yang main.

“Kami tanya dilapangan katanya yang menebang pemerintah, sementara pemerintah juga tidak mengaku, mangga Satpol PP mau bela pengembang atau pemerintah,” sindir Sufi.

Soal rencana Tranmart yang akan launching 31 Mei 2018, Sufi menegaskan bahwa pemerintah hrs berpikir dua kali lipat. Karena ia menilai masih banyak persoalan yang belum selesai.

“Pandangan kami, kalau memang semua proses hukum belum selesai, syarat belum terpenuhi maka jangan dulu mewujudkan mimpi transmart itu dilaunching,” tandasnya.

Sementara Coorporat Comunication GM Transmart, Satria Hamid mengatakan, bahwa berbagai persoalkan yang pernah mencuat sudah diselesaikan dan ditangani semua. Mulai izin UKM Perindustrian dan Perdagangan (UPP), Izin Sertifikat Laik Fungsi (SLF), termasuk penyelesaian dengan warga.

“Saya rasa sudah tidak ada kendala lagi. Izin UPP kita sudah ada, Izin SLF juga sudah ada tinggal beberapa yang harus dilengkapi. Dengan warga juga sudah kita selesaikan. Jadi, sudah tidak lagi kendala untuk opening pada tanggal 31 Mei mendatang,” kata Hamid usai audensi dengan Pemkot Bogor di Balaikota.

Komentar
Loading...