BogorOne
Akurat dan Terpercaya

Kopma GPII : Ada Unsur Korupsi Dalam Proyek Marka Lajur Bus

0 41

 

BogorOne.com | Kota Bogor – Korps Mahasiswa (Kopma) Gerakan Pemuda Islam Indonesia (GPII) Bogor menilai ada unsur korupsi dalam proyek marka lajur bus yang menelan anggaran hampir Rp 1 miliar. Dan pihaknya meminta Kejari untuk selidiki kejanggalan proyek tersebut.

Ketua Kopma GPII Lathif Fardiansyah mengatakan proyek tersebut sudah melanggar peraturan menteri perhubungan nomor 34 tahun 2014 tentang marka jalan.

“Ini proyek terlihat asal-asalan dan hanya menghambur-hamburkan uang, dimana kajian sebelumnya?, kok malah melanggar aturan begini,” kata Lathif, Kamis (12/09/18).

Lathif menuturkan, dalam peraturan menteri perhubungan nomor 34 tahun 2014 pasal 48 bahwasannya marka lajur khusus bus memiliki ukuran panjang paling sedikit 3 meter dan ukuran lebar sesuai dengan lebar lajur jalan.

“Ini jelas melanggar aturan, setalah kami cek ukur langsung ke jalan, panjangnya hanya 2,5 meter dan lebarnya tidak perlu diukur juga kita sudah bisa lihat dengan mata kita sangat jelas bahwa sudah tidak sesuai dengan aturan yang menyebutkan harus sesuai dengan lebar lajur jalan,” ungkapnya.

Ia menilai proyek ini hanya membuang-buang uang rakyat dan tidak bermanfaat bahkan menduga adanya markup dalam proyek tersebut.

“Kami sangat menyayangkan atas hal itu semua dan kami duga ada markup dalam proyek ini sehingga Dishub harus mempertanggungjawabkannya,” tegasnya.

Dengan anggaran yang sangat fantastis, lanjutnya, lathif meminta proyek tersebut perlu di usut.

Melihat dasar dan sisi itu, lanjut lathif, dirinya menyarankan aparat penegak hukum untuk mulai bergerak karena sudah patut diduga ada tindak pidana korupsi dan uoaya memperkaya diri sendiri.

“Sudah anggarannya fantastis, melanggar hukum pula, Kejari Kota Bogor harus segera turun dan mengusut persoalan ini,” tandasnya. (Asy)

Komentar
Loading...