BogorOne
Akurat dan Terpercaya

Korupsi Bunga Deposito Dana PMP, Bos Pasar Jadi Tersangka

0 48

BogorOne.com | Kota Bogor – Setelah dilakukan pemeriksaan sejak pagi akhirnya Kejaksaan Negeri (Kejari) Kota Bogor menetapkan Dirum PD PPJ Deni S Harumantaka sebagai  tersangka atas dugaan korupsi dana perusahaan sebesar Rp15 miliar yang didepositokan di Bank Muamalat dan asuransi dana pensiun direksi pada Bringin Life tahun 2015.

Dirum PD PPJ keluar dari ruangan pemeriksaan pidana khusus dengan menggunakan rompi merah dan dikawal beberapa petugas masuk mobil tahanan yang telah terparkir untuk diantar ke Lapas Kelas II A Paledang, Senin (03/09/18).

Kasi Intelegen (Kasi Intel) Kejari Kota Bogor Widiyanto Nugroho membenarkan, pihaknya telah mengusulkan ditetapkan tersangka Dirum PD PPJ Deni S Harumantaka atas dugaan korupsi dana deposito pensiun di Bank Muamalat KCP Tajur 2015 sebesar Rp 15 miliar.

“Ya, kami telah melakukan pemanggilan dan diperiksa dari pagi, dan sekitar Pukul 13.30 WIB kami menetapkam tersangka atas nama Ir DSH,” kata Widi.

Diakui Widi, barang bukti yang diamankan tim penyidik berupa emas logam mulia sebanyak 10 keping dengan berat 605 gram.

“Atas kesadarannya, tersangka menyerahkan 550 gram diantaranya emas pecahan 100 gram tiga keping, 50 gram tiga keping dan 24 gram empat keping, sisanya msh dalam penyelidikan,” jelasnya.

Yang menjadikan dasar pihaknya untuk menjadikan tersangka, dari hasil periksaan yang dilakukan secara maraton, pada Juli 2015 tersangka mendepositokan uang Penyertaan Modal Pemerintah (PMP) untuk revitalisasi sebesar Rp 15 miliar, dalam kurun waktu 9 bulan tiga kali perpanjangan.

Proses deposito selanjutnya dipecah menjadi dua bagian, pengembalian bentuk uang dikembalikan ke kas PD PPJ sementara bunganya diinvestasikan ke emas logam mulia 605 gram atau senilai Rp 312.350.000,-.

“Yang bunganya tidak disetorkan, tapi diinvestasikan ke emas dan dinikmati sendiri,” ujarnya.

Masih kata Kasi Intel, sementara tersangka baru satu, dan dari hasil penyelidikan Direksi lain tidak banyak tahu tentang proses deposito tersebut.

Tersangka dikenalan pasal,
2 ayat 1 junto pasal 18 subsidar pasal 8 UU nomot 20 tahun 2001 tentang tindak pidana korupsi atas perubahan UU nomor 31 tahun 1999 dengan ancaman minimal 4 maksimal 20 tahun penjara.

Tersangka ditahan berdasarkan surat perintah penahanan nomor 1759/september/2018 di Lapas Kelas II Paledang selama 20 hari kedepan.

Saat disinggung potensi tersangka lain dalam kasus tersebut, Pria berkepala plontos itu mengarakan sejauh ini prosenya masih didalamai dan kalaupun nanti diketahui ada unsur niat secara bersama-sama korupsi maka tidak kemumgkingkan ada tersangka lain.

Sementara kuasa hukum tersangka, Gunara mengaku kaget bahwa hari ini Dirum PD PPJ diperiksa sebagai saksi, namun statusnya dinaikan sebagai tersangka dan langsung dikeluarkan perintah penahanan.

“Semua kewenangan Kejari dan kami akan ikut prosedur yang akan dilalui oleh klien kami. Langkah selanjutnya kami akan berusaha melakukan  penangguhan penahanan dan memberi pengertian kepada pihak keluarganya,” ucap Gunara.

Advokat senior ini menerangkan, tuduhan terhadap tersangka tentang penyalahgunaan dana PMP yang di depositokan Rp 15 miliar. Padahal dana deposito itu tidak pernah digunakan hanya dari Kejari memiliki pandangan lain soal anggaran tersebut.

“Pemeriksaan baru sepihak, terkait Dirut dan Dirops belum ada informasi. Kami juga masih mendalami, dan kami tidak tahu kalau hari ini akan langsung ditahan,” pungkasnya. (Fray)

Komentar
Loading...