BogorOne
Akurat dan Terpercaya

Kota Bogor Kirim 10 Atlet Terbaik ke Asian Games

0 35

 

BogorOne.com | Kota Bogor – Kota Bogor menyumbangkan sebanyak 10 atlet pada Asian Games 2018 Jakarta-Palembang. Mereka berlaga membela Kontingen Indonesia pada tujuh cabang olahraga (cabor), yakni taekwondo, judo, kurash, angkat besi, atletik, panjat tebing, dan dayung.

Bahkan salah seorang di antaranya, yakni Defia Rosmaniar berhasil menyumbangkan medali emas pertama bagi Merah Putih dari cabor taekwondo nomor poomsae perorangan putri.

Sementara itu, taekwondoin kebanggaan Kota Bogor lainnya, Maulana Haidir yang turun pada kategori poomsae beregu putra harus menelan pil pahit lantaran dikalahkan tim Korea Selatan saat babak perempat final, usai sebelumnya mengalahkan Kazakhstan.

Diketahui, sebanyak 10 atlet yang berlaga pada Asian Games 2018 adalah, M Purqon (angkat besi), Horas Manurung (judo), Khasani Najmu Shifa, Siti Latifah, Szalza Maulida (kurash), Idan Fauzan (atletik), Wiwi Pujiastuti (panjat tebing), Yuda Firmansyah (dayung), Maulana Haidir, dan Defia Rosmaniar (taekwondo).

Ketua Bidang Pembinaan dan Prestasi KONI Kota Bogor, Yudi Wahyudi mengatakan bahwa Kota Bogor berpeluang untuk menyumbangkan empat medali lagi bagi Kontingen Indonesia.

“Disini peluang meraih medali masih terbuka. Tapi untuk emas presentasenya masih 50-50. Mengingat kebanyakan dari atlet yang diturunkan masih minim jam terbang internasional,” ucapnya kepada wartawan kemarin

Menurut Yudi, dari 10 atlet hanya empat atlet yang memiliki jam terbang tinggi di level internasional. Yakni, Maulana Haidir, Defia Rosmaniar, M Purkon, dan Szalsa Maulida. “Tapi itu di single turnamen bukan di multievent,” tegasnya.

Sedangkan, cabor panjat tebing baru kali ini dipertandingkan pada Asian Games. “Jadi ini pengalaman internasional pertama bagi Wiwi,” katanya.

Lebih lanjut, kata Yudi, keberhasilan atket Kota Bogor mengharumkan nama Indonesia, tak terlepas dari program investasi atlet yang dicanangkan KONI. “Intinya kami menggerakan pembinaan atlet tak hanya sebatas menjelang Porda saja, tetapi dengan mengikutsertakan mereka pada turnamen level internasional,” jelasnya.

Hal itu dilakukan, sambung Yudi, lantaran KONI menginginkan agar atletnya dapat berlaga pada Olimpiade 2020 di Tokyo, Jepang.

“Target kami ada tiga atlet yang akan berlaga di Olimpiade. Terutama dari cabor dayung, panjat tebing, dan taekwondo,” ungkapnya.

Saat disinggung terkait kesuksesan Defia meraih emas. Yudi mengatakan bahwa hal itu tak terlepas dari kesuksesan TI membangun iklim kompetisi dari tingkat kota/kabupaten, provinsi, hingga level nasional.

“Ini adalah kerja keras semua pihak, terutama Pengcab TI Kota Bogor, yang berhasil menemukan, mencetak, serta menjadikan,” tuturnya.

Dalam kesempatan berbeda, Ketua Umum Koni Kota Bogor Benninu Argoebie membocorkan salah satu ramuan yang membuat Defia sukses. Menurutnya, pembinaan jangka panjang dilakukan oleh TI Kota Bogor menjadi kunci keberhasilan Defia.

“Namun pembinaan awal yang menentukan langkah ke depannya, itu karena sistem pembinaan di taekwondo Kota Bogor sangat baik,” katanya.

Kata Benn, sedikitnya ada 5 orang tim pelatih yang memiliki kualifikasi internasional menjadikan Kota Bogor sebagai tempat studi banding dari daerah lain. (Fray)

“Taejwondo Kota Bogor masih menjadi kekuatan utama Jabar karena selain Defina masih ada tim lapis dua dan tiga,” tandas Benn.

Komentar
Loading...