BogorOne
Akurat dan Terpercaya

Kutuk Aksi Bom Bunuh Diri, Fombar Serukan Tidak Takut Aksi Teror

0 113

 

BogorOne | Kota Bogor – Sebagai bentuk prihatin atas aksi teror bom bunuh diri di Surabaya, sejumlah elemen masyarakat kota hujan yang tergabung dalam Forum Masyarakat Bogor Anti Teror (Fombar) melakukan renungan malam dan nyalakan lilin di Tugu Kujang Kota Bogor, Minggu (13/05/18) malam.

Sedikitnya 50 orang nampak menyalakan puluhan lilin, dan 15 perwakilan melakukan orator secara bergantian melakukan orasi.

Dalam orasinya, mereka sepakat menyuarakan menolak tindakan kekerasan, menolak terorisme dan menolak takut teror.

Salah seorang penggagas Gerakan Kultural Kemanusiaan dari unsur Pemuda Kota Bogor Bagus Maulana Muhammad secara tegas mengecam dan mengutuk aksi teror yang terjadi di Surabaya.

“Melalui renungan malam ini, saya ingin mengajak seluruh elemen bangsa ini untuk tidak takut atas ancaman dan aksi teror,” kata Bagus.

Bagus melanjutkan, tidak ada satu agamapun yang mengajarkan tentang kekerasan dan aksi aksi teror. Karena menurutnya esensinya semua agama mengajarkan tentang cinta kasih dan kebenaran.

“Kami harap, bahwa persatuan dan kesatuan yang ternoda hari tetap utuh dan tidak termakan oleh hal-hal yang dapat merusak kehidupan berbabgsa dan bernegara. Bagi kami aksi teror bom ini hanya bagian kecil,” tegasnya.

Sementara Ketua Front Pembela Indonesa, Sugeng Teguh Santoso mengatakan bahwa pada hulunya terorisme adalah sikap intoleran dari individu atau kelompok kelompok yang tidak menerima adanya perbedaan.

“Indonesia dibangun atas dasar kebersamaan, kemanusiaan dan hidup berdampingan, bukan kekerasan dan permusuhan. Untuk itu Front Pembela Indonesia menolak cara-cara kekerasan serta mengutuk keras aksi-aksi terorisme,” ujar Sugeng.

“Kita dipersatukan karena kita punya rasa kemanusiaan, menempatkan kita untuk melawan segala bentuk aksi kekersan yang menyakiti perasaan, sebagai bangsa indonesia kita memiliki ideologi yang sama. Dan kita percayakan pada aparat keamaman,” tambahnya.

Ia juga mengajak pada masyarakat untuk tidak mengekploitasi gambar-gambar aksi kekerasan yang membuat rakyat takut. “Kita punya tanggung jawab sosial, saya minta untuk tidak terus menyebarluaskan gambar-gambar aksi kekerasan,” pintanya

Sebelumnya, Kepolisian Daerah Jawa Timur merilis jumlah korban tewas akibat bom bunuh diri di Surabaya Kepala Bidang Hubungan Masyarakat Polda Jawa Timur Komisaris Besar Frans Barung Mangera mengatakan korban tewas bertambah menjadi 11 orang.

“Satu lagi korban yang meninggal,” kata Barung saat memberikan keterangan pers kepada wartawan di Gedung Tribata Polda Jawa Timur, Ahad siang, 13 Mei 2018. Sebelumnya, Barung menyebutkan korban tewas 10 orang dan 41 orang mengalami luka-luka.

Komentar
Loading...