BogorOne
Akurat dan Terpercaya

LSM Gempur Ajak Masyarakat Bogor Tolak Money Politik

0 80

 

BogorOne | Kemang – Lembaga Swadaya Masyarakat, Gerakan Masyarakat Pemburu Koruptor (LSM-Gempur) ajak masyarakat Kabupaten Bogor perangi korupsi dan tolak money politik.

Hal itu diungkapkan Ketua Dewan Pimpinan Pusat (DPP) LSM Gempur Saprudin Roy saat menyelengarakan hari besar islam isra mi’raj di wilayah Kecamatan Kemang, Kabupaten Bogor, Minggu (29/04/18) Malam.

Roy sapaan akrabnya pucuk pimpinan penggerak anti korupsi itu mengtakan, karena memang momentnya sednag isra mi’raj, maka pihaknya mengambil tema memerangi prilaku korupsi.

Menurutnya, hal itu bukan tanpa alasan tetapi, memang dalam islam uang hasil korupsi bukan rejeki tetapi itu haram.

“Ada satu hadis rosullulah menyatakan, jika memberi nafkah atau memberi makan kepada anak istri dengan uang tidak halal, seperti dari hasil korupsi atau pungli maka sama artinya kita memasukan bara api neraka ke perut anak istri kita,” tegas dia.

Maka dari itu, pihaknya ingin mengetuk hati para pengemban amanah untuk betul-betul dalam mengelola uang rakyat. Dan pihaknya minta seluruh masyarakat berperan aktif untuk memghindari prakrek money politik.

“Karena praktek money politik ini merupakan pintu masuk awal terjadi tindak pidana korupsi, ketika seorang calon yang kemudian menang dan menjabat dari hasil money politik, maka ia akan mati-matian berusaha mengembalikan modal, salah satunya dengan melakukan korupsi,” ujarnya.

Masih kata dia, LSM Gempur berkomitmen mengajak masyarakat untuk mejaga dan mengawal pelaksanaan Pilkada supaya tidak terjadi praktek money politik. Termasuk jika masyarakat mengetahui terjadi pungli dan korupsi yang dilakukan oknum-oknum pejabat agar tidak takut untuk melapor.

Roy minta, agar para pejabat tidak main-main dalam menggunakan uang rakyat. Sejauh ini, pihaknya sudah mensoslialosasikan
gerakan anti korupsi tersebut kepada masyarakat dan pesantren-pesantren.

“Kalau memang APBD Kabupaten Bogor senilai Rp 7 triliun itu dikelola dengan baik dan benar, maka tidak akan terjadi infrastruktur rusak, biaya sekolah dan rumah sakit mahal dan tidak akan ada masyarakat yang melarat,” tandasnya.

Komentar
Loading...