BogorOne
Akurat dan Terpercaya

Mahasiswa Duga Ada Markup Dalam Proyek Marka Lajur Bus

0 204

 

BogorOne.com | Kota Bogor – Penganggaran yang tak masuk akal dalam proyek makra lajur bus yang dikerjakan Dinas Perhunungan menuai sorotan dari berbagai pihak, kalangan mahasiswa menduga ada markup dalam proyek tersebut.

Ketua Umum Korps Mahasiswa (Kopma) Gerakan Pemuda Islam Indonesia (GPII) Lathif Fardiansyah mempertanyakan besarnya anggaran untuk marka jalan jalur khusus tersebut yang mencapai hampir Rp 1 miliar.

“Kami rasa itu sangat tidak masuk akal, anggaran sebesar itu hanya untuk mengecat sejumlah titik tanda lajur bus, apa-apan ini,” cetus Lhatif, Kamis (06/09/18).

Menurut dia, seharusnya lebih jauh bisa diminimalisir anggaranya, dan lebih baik dipakai untuk hal yang jelas manfaatnya bagi masyarakat.

Dia meminta, SKPD khususnya Dishub jangan membuang-buang uang rakyat hanya untuk mendapatkan keuntungan saja, sementara yang dikerjakan sangat jauh manfaatnya untuk masyarakat.

Bahkan, ia menilai selama ini Dishub Kota Bogor banyak melakukan program-program yang menyerap anggaran fantastis, namun disisi lain secara kasat mata program dan proyek-proyeknyaterlihat tidak bermanfaat karena tidak tepat sasaran bahkan banyak yang patut diduga di markup.

“Kami sangat menyayangkan atas hal itu semua, dan kami duga ada markup dalam proyek ini, sehingga
Dishub harus mempertanggungjawabkannya,” tegas dia.

Melihat dasar dan sisi itu lanjut Lhatif, dirinya menyarankan dan mendorong Aparat Penegak hukum untuk mulai bergerak karna sudah patut diduga ada tindak pidana korupsi dan upaya memperkaya diri sendiri.

Sebelumnya Anggota Komisi I DPRD Teguh Rihananto mengatakan, pembuatan marka jalan cat merah jalur bus yang menghabiskan anggaran hampir satu miliar rupiah dinilai tak masuk akal.

“Ya, jujur saya cukup kaget dengan anggaran pembuatan marka jalan lajur bus, karena setahu saya waktu membahas di komisi tiga APBD 2017, marka jalan itu untuk jalan di seluruh Kota Bogor bukan hanya untuk jalur bus karena kita tahu banyak jalur jalan yang belum mmliki marka jalan,” kata Teguh, Kamis (30/08/18).

Yang jelas tegas dia, kalau anggaran sebesar Rp 837.289.090,-. hanya untuk membuat marka lajur bus saja sangat di sayangkan karenaa zebra croos aja masih banyak yang blm ada. (Fray)

Komentar
Loading...