BogorOne
Akurat dan Terpercaya

Mangkrak 2 Tahun, Proyek Masjid Agung Kembali Digarap

0 30

 

BogorOne.com | Kota Bogor – Proyek Masjid Agung di Jalan Dewi Sartika Kota Bogor yang sempat mangkrak sela dua tahun kini kembali di kerjakan. Pengerjaan proyek tempat ibadah tahap kedua ini dianggarkan dari APBD senilai Rp 8,6 miliar.

Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) proyek Masjid Agung Herman Rusli mengatakan, setelah pihaknya mempersiapkan semua berkas dan dimasukan, maka proses lelang dilakukan di Unit Layanan Pengadaan (ULP) yang dimenangkan PT.Alvarini Gemilang dengan kontrak kerja selama 150 hari kalender mulai 16 Juli hingga 12 Desember 2018.

“Kami keluarkan Surat Perintah Kerja (SPK) pada 16 Juli,” kata Herman Rusli.

Masih kata dia, saat ini pengerjaan sudah dimulai dan memasuki minggu ke tiga. Namun belum mencapai progres pengerjaan berat seperti pengecoran dan sebagainya.

“Ya tahap awal pekerja masuk kan bersih-bersih, bikin bedeng pekerja, lalu membuat direksi kit dan persiapan lainnya,” jelas dia.

Untuk defiasinya lanjut dia, paling mencapai 1 persen atau defiasi secara keseluruha sekitar 2,4 persen.

“Tapi mulai September sudah mulai keliatan progresnya, artinya pekerjaan yang bobot-bobot berat seperti pengecoran atau pemasangan tiang pancang,” ujar Herman.

Menurutnta, beban pengerjaan tahap ke dua ini cenderung berat karena harus ada penguatan kolom, balok, plat. Dilanjutka Herman, karena tahap sebelumnya bermasalah maka dalam melaksanakan pengerjaannya pemborong sekarang harus serba hati-hati.

“Pengerjaannya, lebih ke penguatan kolom balok baru ke plat, karena seperti kita ketahui, dari pengerjaan sebelumnya banyak PR, Jadi perlu eksta hati-hati, intinya harus banyak bersih-bersih,” cetusnya.

Herman melanjutkan, progresnya untuk 2019 proyek Masjid Agung akan kembali dianggarkan senilai Rp 16 miliar. pengerjaannya meneruskan progres yang dilaksanakan tahun ini, tapi untuk pemasangan kubah diprediksi akan dipasang di tahun 2020.

“Untuk tahun 2020 anggarannya senilai Rp 13 miliar, hitunganya sisa dari pengerjaan tahap satu dan tahap dua sesuai RAB yang dirancang pada tahun 2015 yakni sebesar Rp 50 miliar,” tambahnya.

Ia menbahkan, untuk pengerjaan tahap ke dua ini, dilakukan pengawasan khusus oleh Managemen Kontruksi (MK). “MK itu bukan hanya mengawasi dari sisi pengerjaan saja, tapi juga memberi solusi-solusi,” pungkasnya. (Fry)

Komentar
Loading...