BogorOne
Akurat dan Terpercaya

Mantan dan Istri Pilot Garuda Ribut di Pengadilan Agama Cibinong

0 147

 

BogorOne | Kota Bogor – Sidang eksekusi antara Agung Dewi Wulansari terbantah dengan Eko Prasetyo kembali digelar di Pengadilan Agama Cibinong Kelas 1B, Jalan Bersih Komplek, Perkantoran Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bogor, Selasa (27/02/18)

Namun dalam sidang gugatan soal hak asuh anak itu, Eko yang juga pilot senior Garuda, tidak hadir dalam persidangan, dan hanya istri (Tina Wiryawati, red) didampingi pengacara.

Sidang kedua dengan nomor perkara : 4961/Pdt.G/2017/PA.Cbn ini, berjalan mulus hingga ketua majelis hakim Pengadilan Agama Cibinong memutuskan sidang ditunda dan menyarankan untuk dilakukan mediasi.

“Sidang saya tunda sampai minggu depan. Dan hari ini, silahkan lakukan mediasi terlebih dahulu,” ujar hakim saat persidangan kemarin.

Usai persidangan, kedua belah pihak antara Dewi sapaan akrabnya mantan istri Eko Prasetyo dan Tina istri Eko terlibat adu mulut.

Awalnya, Dewi menagih janji kepada pengacara Tina untuk mempertemukan pilot senior Garuda dengan kedua anak kandungnya yakni, Galih Adhie Wiratmoko dan Andrea Dyah Arga Shafira.

“Mana janji bapak yang katanya mau mempertemukan pak Eko dengan anak – anaknya,” tagih Dewi usai sidang.

Namun tiba – tiba Tina yang merasa istri sahnya Eko seolah memiliki hak untuk menolak permintaan Dewi dan membalasnya dengan nada tinggi dan akhirnya perang mulut pun tak terelakan.

“Kenapa ibu Tina itu melarang Andrea Dyah Arga Shafira yang jelas – jelas itu anak kandungnya Eko. Dia (Andrea, red) punya hak untuk bertemu ayahnya,” teriak Dewi, seraya membalas ucapan Tina.

Suasana di ruang tunggu Pengadilan Agama Cibinong makin riuh saat Andre (anak kandung pilot senior Garuda, red) menangis dan memohon kepada pengacara Tina untuk bertemu ayahnya, namun lagi – lagi Tina menolaknya.

Keamanan pengadilan pun berhamburan dating ke lokasi keributan untuk mendamaikan kedua belah pihak agar tidak mengganggu warga lain yang sedang dan menunggu giliran sidang.

Dewi bercerita, rumah tangganya dengan Eko telah melahirkan dua orang anak, namun rumah tangga mereka kandas dan berakhir di pengadilan pada September 2002.

Kedua belah pihak pun sepakat bercerai dengan perjanjian, dua anak hak asuhnya jatuh pada Dewi dan Eko sebagai ayah biologis dari kedua anaknya sepakat untuk tetap menafkahi kedua anaknya.

“Dari awal cerai tahun 2002, mantan suami saya (Eko, red) sampai tahun 2013 tidak menafkahi anak – anak, padahal dalam perjanjian mantan suami saya akan memberikan uang setiap bulan sebesar Rp 6 juta untuk biaya sekolah anak – anak,” tutur Dewi.

Dewi kemabali melakukan gugatan eksekusi ke Pengadilan Agama Cibinong untuk menagih hak anak-anaknya yang belum di bayar Eko selama 11 tahun satu bulan.

Namun, perjuangan Dewi mendapat perlawanan dari Tina istri Eko. “Saya memperjuangan hak anak – anak saya, karena dalam putusan sidang cerai kami sangat jelas Eko berjanji dan siap memberikan nafkah kepda kedua anaknya, tapi kenapa Ibu Tina seolah-olah menghalanginya,” bebernya.

Menurut Dewi, perbuatan Eko yang tidak memberikan nafkah kepada Galih Adhie Wiratmoko dan Andrea Dyah Arga Shafira, disinyalir ada hasutan dari Tina istri Eko.

“Buktinya tadi, ketika anak saya anak – anak ingin bertemu dengan ayah kandungnya, Ibu Tina melarangnya,” tandasnya.

Sementara itu, Tina Wiryawati didampingi pengacaranya, menolak diwawancara. “Saya tidak mau diwawancara saya tidak mau masuk Koran, saya bukan artis, saya tidak mau memberikan stetmen apapun,” tegas Tina (As)

Komentar
Loading...