BogorOne
Akurat dan Terpercaya

Mengenal Figur Sefwelly, Calon Wakil Walikota Bogor Jalur Independen

0 99

BogorOne | Kota Bogor – Setelah malang melintang di dunia usaha dan akting sinetron. Akhirnya Sefwelly Ginanjar Djoyodiningrat, terjun di dunia politik dan akan bertarung Pilwalkot Bogor 2018, bersama Edgar Suratman lewat jalur Independen.

Pemeran film antagonis Cinta SMU bersama Nabila Syakieb dan Montir montir Cantik yang memerankan Krisna ini, dipastikan sebagai kandidat Wakil Walikota Bogor.

“Saya terjun di Politik untuk membangun Kota Bogor yang lebih baik dengan konsep terencana dan berkelanjutan”, kata Sefwelly Ginanjar Djoyodiningrat pada wartawan di ruang kerjanya Jalan Azzimar II Kota Bogor kemarin.

Pria kelahiran Bogor ini, sejak kelas 2 SMA sempat menjadi Cover Boy majalah Nusantara dan bintang iklan dari berbagai produk ditanah air.

Setelah lulus SMA PGRI 1 Kota Bogor dia melanjutkan kuliah di Institut Kesenian Jakarta (IKJ), namun tak selesai dan putar haluan, masuk Fakultas Hukum Universitas Trisaksti Jakarta.

Dalam Pilpres 2014 kang Welly panggilan akrab Sefwelly Ginanjar Djoyodiningrat bergabung dalam pemenangan Megawati– Hasyim sebagai ketua tim organisasi sayap Gerakan Sosialis Progresif Revolusioner (GSP)18 dibawah Mega Center. Kang Welly juga menyebutkan makna dari GSPP 18 yakni terdiri dari angka 5-5-5-3.

Angka 5 pertama tandas Kang Welly berarti Panca Sila, angka 5 kedua bermakna Manipol Usdek dan 5 ketiga Panca Azimat Revolusi dan angka 3 terakhir sebagai Trisakti.

Dari angka tersebut bila dijumlahkan menjadi angka 18, sebagai nomor urut PDIP dalam Pemilu ketika itu, tutur pria tamatan SDN 5 Klapanunggal Cileungsi Kab Bogor ini .

Dari berbagai pengalaman baik di dunia usaha maupun panggung politik yang sempat ditekuni, Sefwelly Ginanjar Djoyodiningrat, bertekad maju dalam bursa Pilkada berasama Edgar Suratman lewat jalur Independen.

Menurut dia, niatan ini tak lain ingin mengabdi dan memajukan tanah leluhur sebagai tanah kelahiran.

“Kalau saya hanya mencari kekayaan duniawi, rasanya sudah cukup. Tapi kekayaan Uhrowi berupa pengabdian terhadap tanah leluhur yakni berkiprah menyumbangkan pemikiran dan ilmu yang didapat sangat dibutuhkan. Permsalahan Kota Bogor belum terselesaikan secara utuh”, tutur Kang Welly.

Menurutnya, penanganan Kota Bogor kedepan dibutuhkan solusi yang cepat dan analisis tajam. Bila tidak kota ini akan jalan ditempat dan tertinggal jauh dengan kota lain seperti Depok dan Tangerang selatan.

Sedangkan potensi daerah perlu dikembangkan untuk mendongkrak pundi pundi Pendapatan Asli Daerah (PAD). “Bogor kedepan harus lebih maju. Bila Allah menghendaki”, papar suami Amanda Rebicca Collin Odang ini.

Kang Welly menganggap Edgar Suratman sebagai sosok birokrat tulen, teguh hati dalam memperjuangkan cita-cita dan keinginan berbuat banyak untuk warga Kota Bogor.

Keteguhan dan perjuangannya itu tentu dengan penyatuan prinsip-prinsip ajaran agama yang dipahaminya. “Subhanallah,” katanya.

Komentar
Loading...