BogorOne
Akurat dan Terpercaya

Pasar Jambu Dua Banjir, Pedagang Kehilangan Omset Hingga Jutaan Rupiah

0 66

BogorOne | Kota Bogor – Tingginya debit air Kali Ciliwung yang diperparah dengan mampetnya gorong-gorong pembuangan air dari dalam pasar, membuat lantai dasar Pasar Jambu dua tergenang hingga mencapai 50 centi meter.

Alhasil, puluhan pedagang di pasar tersebut terpaksa menutup los tempat berdagangnya. Akibat banjir tersebut para pedagang kehilangan omset pendapatan hingga jutaan rupiah.

“Ya, banjir sudah menjadi langganan, sudah tradisi tiap tahun banjir, tapi hingga saat ini belum pernah ada solusi dari PD Pasar,” kata Abuy pedagang sembako di Pasar Tradisional Jambu Dua, Senin (05/02/18).

Menurut pedagang yang telah menggantungkan hidupnya selama 17 tahun di pasar tersebut, banjir paling parah terjadi pada tahun 2003 dan 2017, karena air sampai ke atap pasar.

Akibat genangan air tersebut, aktivitas sejumlah 24 pedagang yang mengisi lantai basement itu lumpuh, nampak terlihat seluruh kios dan los mereka terendam air hingga setinggi lutut orang dewasa.

Diakui Abuy, air mulai terlihat masuk ke area pasar pada pukul 08.00 WIB. Kemudian ketinggian air terus naik dari semula semata kaki saat ini selutut orang dewasa.

“Kami pasrah saja sambil nunggu surut air sungai Ciliwung. Sementara ini tidak berjualan dulu dan barang-barang sudah dibawa ke tempat yang aman,” jelasnya.

Masih kata dia, dengan banjir tersebut dirinya mengalami kerugian sekitar Rp1,5 juta, dari omset penjualan dagangannya dalam sehari.

“Omset sehari biasanya dapat sekitar Rp1,5 juta, kalau banjir begini ya terpaksa uang itu tidak didapat karena kios tutup dan langganan pun tidak pada datang untuk berbelanja,” jelas Abuy.

Sementara itu, Kepala Unit Pasar Jambu Dua Andrian Hikmatulah mengatakan, bahwa banjir di lantai basement disebabkan tersumbatnya gorong-gorong saluran pembuangan dari pasar karena luapan sungai Ciliwung.

“Kami memang mau perbaiki gorong-gorong tahun ini. Perbaikan dilakukan oleh PD Pasar Pakuan Jaya untuk menanggulangi banjir yang sering terjadi setiap tahunnya di pasar Jambu Dua,” ungkap Adrian.

Komentar
Loading...