BogorOne
Akurat dan Terpercaya

Pemkot Tak Setuju, Rencana PDAM Sewakan Lahan Untuk Transmart

0 56

BogorOne | Kota Bogor – Lahan PDAM Tirta Pakuan Kota Bogor yang berada di Kelurahan Pakuan, Kecamatan Bogor Selatan, dipastikan tidak disewakan kepada pengembang Transmart. 

Pasalnya, Pelaksana tugas Wali Kota Bogor Usmar Hariman menyatakan tidak setuju apabila lahan tersebut disewakan untuk kepentingan Transmart membuka akses baru keluar masuk kendaraan.

“Intinya, kenapa (Transmart) harus menyewa lahan yang beresiko. Saya sih tidak setuju, kerena untuk PDAM ini sensitif, jika terjadi sesuatu di sana, apalagi menurut berita ada pipa (distribusi air) cukup besar,” ujar Usmar, Rabu 4 April 2018, ditemui di ruang kerjanya.

Usmar kembali menegaskan, bahwa di lahan PDAM lebih baik tidak ada aktivitas apapun. Pihaknya mengagendakan akan melakukan inspeksi mendadak ke lokasi proyek Transmart yang berada di kawasan Jalan Raya Tajur, dalam waktu dekat.

Diberitakan sebelumnya, Direktur Utama PDAM Tirta Pakuan, Deni Surya Senjaya mengaku bahwa memang ada lahan milik PDAM di dekat lokasi pembangunan Transmart Tajur. Bahkan pihak Transmart sudah berbicara secara lisan akan menyewa lahan tersebut.

 

“Secara lisan sudah pernah dikatakan pihak Transmart, bahwa mereka akan menyewa lahan PDAM. Tapi sampai saat ini belum ada kelanjutan informasi lagi,” kata Deni, belum lama ini.

 

Terkait sewa lahan, dijelaskan olehnya, selama kesepakatan kerjasamanya jelas dan menguntungkan, maka tidak bermasalah lahan itu disewakan. Kerjasama itu dilakukan secara tahunan dan nanti akan dibuat MoU antara PDAM dengan Transmart.

 

Lebih lanjut kata Deni, kerjasama itupun atas seizin dan persetujuan owner PDAM yaitu wali kota Bogor (Bima Arya). Ia juga menyebutkan, bahwa dari PDAM yang menangani persoalan itu ada di tangan Dirum PDAM Tirta Pakuan yakni Rino Indira G.

 

“Selama izin dari Pemkot Bogor sudah selesai dan disetujui, berarti bangunan itu diizinkan untuk supporting-nya mungkin nanti kita sewa menyewa dalam jangka berapa tahun. Terpenting selama tidak mengganggu pipa PDAM, maka tidak akan masalah. Persoalan ini ada di Dirum yang menanganinya,” jelas Deni.

 

Pada lahan tersebut tertanam dua pipa besar yang terbuat dari steel dan kalau bebannya terlalu tinggi, maka akan rentan terhadap beban tekanan vertikal yang bisa menyebabkan crack (retak). Dampaknya suplai air ke wilayah zona 4 akan terganggu dimana zona ini mencakup sekitar 80 persen pelanggan PDAM.

 

“Kalaupun lahan itu jadi dikerjasamakan ke pihak Transmart, harus ada penguatan pakai beton agar pipa PDAM terlindungi oleh beton, sehingga tekanan tidak akan langsung ke pipa,” katanya.

 

Untuk akses perizinan kata dia, seharusnya tidak ke PDAM, tapi ke warga setempat, kalo PDAM intinya selama izin dari Pemkot Bogor sudah ada, maka pihaknya akan perkuat itu dengan cover beton dan design dari kita.

 

Pada kesempatan itu, ia mengaku, pernah melihat siteplan yang ditunjukan pihak Transmart menyangkut lahan PDAM yang akan dikerjasamakan.

 

“Kalau lihat siteplan dari pihak Transmart, akses pintu masuk dan keluar, cuma untuk lewat saja. Saya minta bebannya tidak boleh tinggi karena ada pipa kita, kalau PDAM selama konstruksi kita minta ada penguatan dan pipa kita tidak boleh terganggu. Itu saja intinya,” tandasnya.

Komentar
Loading...