BogorOne
Akurat dan Terpercaya

Pengusaha Warung Kecil, Tutup Minimarket Harga Mati

0 90

BogorOne | Kota Bogor – Dinilai mematikan warung kecil, dan merasa dibohongi warga Kampung Bantarkemang, Baranangsiang, Bogor Timur, Kota Bogor, menolak keberadaan toko waralaba di wilayahnya.

Dengan bermodalkan karton bertuliskan penolakan, warga melakukan aksi demo di depan minimarket yang berada di pertokoan perumahan Taman Pajajaran, Rabu 20 Desember 2017.

Ujang warga Kampung Bantarkemang mengatakan, warga menolak keberadaan minimarket tersebut karena khawatir akan mematikan warung dan kelontong serta UKM secara tidak langsung yang ada di wilayahnya.

“Kalau dibiarkan ada minimarket (Indomaret-red) disini, maka usaha usaha warung milik warga bisa pada bangkrut,” kata Ujang dengan nada kesal.

Warga meminta agar Pemerintah Kota Bogor tidak memberikan perizinan untuk minimarket tersebut. “Jangan sampai Pemkot Bogor mengizinkan, karena warga disini menolak,” tegasnya.

Senada diungkapkan warga lainnya, Karyo. Pedagang warung kecil ini menuturkan, saat ini pendapatan pedagang tidak stabil, karena sudah banyak minimarket. Ada lima minimarket yang berdiri di wilayahnya.

Jika saat ini diperbolehkan lagi ada minimarket, sambung dia, maka usaha warga akan gulung tikar.

“Usaha warga yang buka warung kecil kecilan tidak bisa bersaing. Otomatis usaha warga akan mati apabila ada minimarket, apalagi minimarket itu berukuran besar,” ungkapnya.

Karyo beserta warga lainnya hanya bisa berharap kepada Pemkot Bogor untuk menyetop perijinan untuk minimarket di wilayahnya karena sudah sangat banyak berdiri minimarket disana.

“Pokoknya warga disini menolak adanya minimarket. Kita akan upayakan langkah langkah penolakan terhadap minimarket ini,” ucapnya.

Sementara itu, tim opening Indomaret Iwan saat dikonfirmasi terkait perizinan mengatakan, harus ditanyakan langsung ke bidangnya. Ia mengaku sudah menginformasikan adanya aksi warga ke bidang perizinan.

“Soal perijinan saya kurang tahu, tapi setahu saya jika sudah masuk barang berarti izin sudah ada, sudah lengkap. Ini juga baru persiapan rencananya mulai buka hari Jumat,” tandasnya.

Usai menyuarakan aksi penolakan, warga kemudian beramai-ramai menempelkan karton-karton yang dibawanya di kaca bangunan minimarket. Warga juga akan melakukan aksi serupa jika tuntutan tidak dikabulkan.

Komentar
Loading...