BogorOne
Akurat dan Terpercaya

Pilbup Bogor 2018, Siapakah Yang Jadi Pendamping Jaro Ade???

0 94

BogorOne | Kabupaten Bogor – Detik-detik waktu pendaftaran pasangan calon (paslon) Pilbup Bogor 2018 yang ditetapkan KPU hanya tinggal menghitung hari.

Berbagai spekulasi muncul dalam pemberitaan di media yang mencoba mensimulasikan beberapa pasangan calon (paslon) yang akan ikut bertarung mermperebutkan kursi kekuasaan di Bumi Tegar Beriman.

Namun, hingga hari ini beberapa figur yang telah menayatakan akan jadi kandidat dalam Pilbup Bogor masih bermanuver politik untuk menentukan siapa yang akan jadi pendampingnya.

Hal itu dilakukan selain untuk membantu mendongkrak polularitas calon agar mampu meraih suara terbanyak, juga supaya meraih kemenangan telak dan bisa menduduki Kursi F1 Kabupaten Bogor.

Menyikapi situasi itu, Pengurus DPD Golkar Kabupaten Bogor Daden Ahmad Sughiri mengatakan,
pada prinsipnya Golkar tidak mau terburu-buru dalam hal menentukan kandidat pasangan Jaro ade dan Golkar perlu melihat respon masyarakat seperti apa kriterianya.

“Hak masyarakat ketika menginginkan calon Pemimpinnya itu siapa dan seperti apa kriterianya, seperti halnya ketika masyarakat bertanya-tanya dengan siapa Jaro ade berpasangan pada Pilkada Kabupaten Bogor ini ujar,” kata Daden belum lama ini.

Ia mengaku, beberapa kali pihaknya melakukan survey dimasyarakat. Kalau untuk Kandidat F1 nya sudah selesai Jaro Ade yang direkomendasikan oleh DPP Golkar. Selanjutnya ditugaskan membuka komunikasi dengan partai-partai ditingkatan lokal untuk membentuk koalisi bersama.

“Kami sudah membuka komunikasi dengan beberapa partai, dengan PAN, PDIP, Demokrat, Nasdem, Gerindra, Hanura termasuk dengan PPP juga. Namun saat ini yang paling intens berkomunikasi itu dengan PAN, PDIP, Nasdem dan Demokrat walaupun begitu kami tetap membuka diri dengan Partai-partai lain untuk bisa bersama-sama,” tuturnya.

Masih kata dia, beragam spekulasi bermunculan bahwa Jaro Ade akan berpasangan dengan kandidat dari PDIP, dan dirinya menyambut baik hal itu.

“Saya menganggap itu sesuatu yang wajar mengingat Jaro Ade ini merupakan magnet Pilkada Kabupaten Bogor 2018, artinya banyak pihak yang berharap bisa berdampingan dengan beliau karena peluang menjadi pemenang itu sangat tinggi, tapi lagi-lagi kami tetap mengkedepankan mekanisme yang harus ditempuh”, jelasnya.

Lebih lanjut ia mengungkapkan, proses itu harus dilalui, pertama survey yg menjadi tolak ukur karena pihaknya ingin mendorong kandidat yang menjadi harapan masyarakat Kabupaten Bogor, dan jika nanti hasil survey sudah keluar maka akan dimusyawarahkan kembali di internal.

“Termasuk dengan Partai yang sudah bergabung dengan Golkar, dan hasilnya akan kami sampaikan ke DPP untuk ditetapkan sebagai Kandidat calon Bupati dan Wakil Bupati Bogor yang akan mengikuti Pilkada 2018. Dalam waktu dekat akan segera dipublikasikan hasilnya, insya allah yang terbaik untuk masyarakat Kabupaten Bogor itu yang akan menjadi keputusannya,” pungkasnya.

Komentar
Loading...